Keluhan masyarakat itu, terbukti, setiap musim penghujan drainase di Jalan Siliwangi, Abadulah Bin Nuh dan Jalan Dr Muwardi, Cianjur, tidak mampu menampung air, sehingga luapan air got tersebut menggenangi ruas jalan.
Hal tersebut, tidak hanya mengganggu kenyamanan warga sekitar namun acapkali mengganggu pengguna jalan. Bahkan tidak sedikit kecelakaan tunggal terjadi akibat pengendara tidak mengetahui adanya genangan air.
Rizal (35), warga Kelurahan Pamoyanan, mengungkapkan, kondisi tersebut, telah terjadi sejak tiga bulan terakhir, tepatnya sejak masuknya musim penghujan. Namun hal tersebut, tidak pernah mendapat perhatian dari dinas terkait di Pemkab Cianjur.
"Padahal sepanjang jalan yang digenangan air itu, banyak dilalui kendaraan pejabat. Tapi hingga saat ini, belum mendapat perhatian. Buruknya drainase di sepanjang jalan protokol ini, setiap musim penghujan selalu digenangi air, bahkan tingginya sampai paha orang dewasa," tandasnya.
Saat ini, tambah dia, langkah yang dilakukan warga dengan menutupi genangan air dengan karung yang diisi pasir, tidak menghentikan genangan air yang keluar dari saluran drainase. Hal tersebut, dilakukan hanya untuk antisipasi air tidak masuk ke dalam rumah warga.
Sementara itu, Fuad (30) warga lainnya, berharap Pemkab Cianjur, dapat memberikan imbauan pada warga yang membangun rumah atau ruko, tidak menumpuk material pasir atau batu di pinggir jalan, terlebih menutupi drainase.
Pasalnya ungkap dia, ketika hujan turun, material pasir dan batu tersebut, akan terbawa air hujan ke dalam saluran air, sehingga membuat saluran tersebut dangkal dan menyebabkan air meluap hingga menutupi landasan jalan.
"Banyaknya material bangunan yang disimpan di tepi jalan, factor lain yang menyebabkan dangkalnya drainase di sepanjang jalan protokol ini karena terbawa hujan. Harapan kami, dinas terkait bertindak tegas terhadap pelanggaran tersebut," katanya.***3***(KR,FKR)
Fikri
Editor : Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.