Kegiatan yang diikuti oleh peserta yang sebagian besar pelajar itu untuk memperingati dua tahun angklung diakui UNESCO sebagai warisan budaya dunia tak benda.
Tema Angklung Day 2012 ini adalah "Mari Kita Getarkan Dunia dengan Suara Angklung" sekaligus pewarisan budaya kepada generasi muda.
"Ada sekitar tiga ribu orang memainkan angklung Minggu ini," kata Ketua Panitia Angklung Day 2012 Agung Setiana.
Para peserta yang terdiri dari pelajar TK hingga SMA itu bermain angklung bersama, masing-masing memegang satu buah angklung dengan nada yang berbeda. Dibawah arahan instruktur, mengalunlah suara alat musik bambu itu.
Selain itu, juga diikuti oleh perkusi dan alat musik pengiring lainnya dari Saung Angklung Udjo.
Sementara itu peringatan dua tahun Angklung diakui oleh UNESCO, juga digelar "Angklungpride" yang digelar di Saung Angklung Udjo. Puncak Angklungpride diwarnai dengan pagelaran dan kolaborasi seniman angklung Udjo dengan seniman angklung dari Thailand, Komunitas Tionghoa, Korea dan kehadiran perwakilan dari Kroasia.
Acara puncak "Angklungpride" digelar pada Sabtu (17/11) yang ditandai dengan aksi panggung da kolaborasi seniman angklung dari luar negeri. Salah satunya dari Universitas Sarasvati Thailand yang membawakan beberapa lagu khas negeri Gajah Putih itu.
Angklung dikukuhkan UNESCO sebagai warisan budaya dunia tak benda pada 18 November 2010 di Nairobi Kenya.
Editor : Sapto HP
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.