Rupiah pagi ini melemah 47 poin atau 0,32 persen ke posisi Rp14.945 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.898 per dolar AS.
"Tekanan mungkin masih akan menyambangi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS Hari ini karena sentimen The Fed," kata pengamat pasar uang Ariston Tjendra saat dihubungi di Jakarta, Jumat.
Ariston menyampaikan, di pasar kini berkembang ekspektasi kenaikan suku bunga acuan bank sentral AS sebesar 100 basis poin pada September karena tingkat inflasi AS yang masih tinggi pada Agustus.
"Di sisi lain, surplus neraca perdagangan Indonesia bulan Agustus yang melebihi ekspektasi, di atas 5 miliar dolar AS, bisa menahan pelemahan rupiah hari ini," ujar Ariston.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia pada Agustus 2022 mengalami surplus 5,76 miliar dolar AS dengan nilai ekspor 27,91 miliar dolar AS dan impor 22,15 miliar dolar AS, dan merupakan surplus selama 28 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.
Pewarta: Citro AtmokoEditor : Yuniardi Ferdinan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.