IHSG ditutup menguat 27,52 poin atau 0,38 persen ke posisi 7.305,6. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 5,52 poin atau 0,53 persen ke posisi 1.041,04.
"Dari dalam negeri, Indonesia mencatatkan surplus neraca perdagangan sebesar 5,76 miliar dolar AS di bulan Agustus, terbesar dalam empat bulan terakhir dan juga dibanding 4,76 miliar dolar AS pada periode yang sama tahun lalu," tulis Tim Riset Phillip Sekuritas dalam ulasannya di Jakarta, Kamis.
Ekspor tumbuh 30,15 persen (yoy) dan memperpanjang rekor kenaikan secara dua digit selama 18 bulan beruntun, terkerek oleh permintaan global yang solid. Sedangkan impor melompat 32,81 persen (yoy) di tengah kuatnya permintaan domestik pasca pelonggaran kebijakan pembatasan sosial yang berkaitan dengan COVID-19.
Sementara indeks saham di Asia sore ini ditutup beragam dengan kecenderungan naik tipis karena investor mempertimbangkan risiko bank sentral AS The Federal Reserve menaikkan sku bunga acuan sebesar 100 basis poin minggu depan untuk menaklukkan lonjakan inflasi.
Dibuka menguat, IHSG terus bergerak di zona hijau sepanjang sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah bergerak di teritori positif sampai penutupan bursa saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, enam sektor meningkat dimana sektor properti & real estat naik paling tinggi yaitu 2,14 persen, diikuti sektor keuangan dan sektor perindustrian masing-masing 0,98 persen dan 0,72 persen.
Sedangkan lima sektor terkoreksi dimana sektor teknologi turun paling dalam yaitu minus 1,15 persen, diikuti sektor barang baku dan sektor transportasi & logistik masing-masing minus 1,13 persen dan minus 0,54 persen.
Pewarta: Citro AtmokoEditor : Yuniardi Ferdinan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.