"Pak Noorman dan pak Tony Hartono merupakan pilot yang sudah terbiasa menerbangkan pesawat itu. Mereka rutin menerbangkannya pada Sabtu dan Minggu," kata Umar Sugeng.
Kehadiran dan penampilan mereka adalah bagian dari BAS 2012, keduanya merupakan purnawirawan TNI-AU dan merupakan pengiat olahraga kedirgantaraan dengan bergabung dengan FASI.
Noorman T Lubis merupakan purnawirawan dengan pangkat terakhir Marsma. Noorman pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan TNI AU. Sedangkan Tonny Hartono merupakan purnawirawan berpangkat Kolonel yang juga penerbang pesawat tempur Hawk.
"Keduanya sudah terbiasa berduet di udara, dan keduanya adalah penerbang. Kami sangat berduka atas insiden ini," kata Umar Sugeng.
Dalam akrobatik diajang BAS 2012 itu, merupakan yang kelima kalinya bagi keduanya. Noorman bertindak sebagai pilot dan Tony sebagai co-pilot berada di kokpit pesawat itu.
"Keduanya bersebelahan di pesawat dan keduanya bisa berperan sebagai pilot, kemudi ada di bagian kiri maupun kanan," kata Umar Sugeng yang juga Ketua Bidang Fordirga FASI itu.
Keduanya meninggal dunia di lokasi kejadian setelah gagal melakukan akrobatik putaran di ajang BAS 2012 yang berlangsung sekitar pukul 11.45 WIB.
"Pesawat mengudara pukul 11.38 WIB, setelah sekitar tujuh menit mengudara terjadi insiden, saat melakukan manuver," katanya.
Pesawat propeler yang merupakan bekas pesawat latih TNI-AU itu jatuh di perkantoran Kantor Libang TNI-AU tepatnya di bangunan Sekretariat Ikatan Istri TNI AU yang kebetulan sedang kosong.
Insiden yang berlangsung di hari ketiga pelaksanaan Bandung Air Show 2012 yang merupakan penyelenggaraan kedua setelah tahun 2012.
Kejadian insiden yang terjadi pada Sabtu siang itu juga sekaligus menutup rangkaian atraksi dan akrobat dirgantara di ajang BAS 2012.
"Seluruh kegiatan dan rangkaian akrobatik pesawat dihentikan setelah insiden ini sebagai tanda berkabung, pameran tetap dibuka untuk umum," kata Umar Sugeng yang juga Ketua Panitia Penyelenggara BAS 2012 menambahkan.***3***
(S033)
Editor : Syarif Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.