ANTARAJAWABARAT.com,11/9 - Atlet jalan cepat Jawa Barat Hendro mengaku sangat bersalah dan malu setelah gagal mempersembahkan medali emas nomor 10.000 meter jalan kaki PON 2012 di Rumbai Sport Center, Pekanbaru, Riau.

"Saya tidak bisa beralasan, saya kalah hari ini, terus terang saya malu kepada masyarakat Jabar," kata Hendro di Rumbai, Selasa.
Sebagai atlet yang ditargetkan medali emas pada laga tersebut, Hendro mengaku tidak akan beralasan terkait kekalahannya, meski ia berlaga dalam kondisi masih kurang fit setelah terkena diare beberapa hari sebelumnya.

Bahkan saat berduel dengan H Sauda dari Riau, Hendro muntah selama tiga kali di lintasan, namun terus berupaya memimpin di depan atlet lainnya. Meski akhirnya gagal mengejar lejitan atlet tuan rumah.

"Masih ada lemas dan sampai tiga kali saya muntah di lintasan. Namun sekali lagi saya tidak mau berargumen lebih jauh, karena hari ini lawan finis terdepan," katanya.

Ia sendiri mengaku tidak habis pikir karena lawannya tidak diberi peringatan saat berjalan "melayang", yang merupakan pelanggaran dalam lomba jalan cepat.

Bahkan kubu Jawa Barat sempat melakukan protes terkait insiden itu, meski akhirnya protes itu tidak membuahkan hasil dan ia tetap berada di peringkat kedua.

Namun demikian, peluang Hendro belum habis, masih ada partai terakhir pada nomor 20.000 meter jalan cepat yang akan digelar dua hari ke depan. Nomor itu spesialisasinya selama ini.

"Nomor 10.000 merupakan nomor baru di jalan cepat, karena sebelumnya hanya nomor 20.000 meter. Mudah-mudahan bisa mengambil peluang di sana," katanya Hendro menambahkan.***3***

Syarif A


Editor : Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026