IHSG ditutup menguat 76,84 poin atau 1,15 persen ke posisi 6.736,09. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 8,37 poin atau 0,89 persen ke posisi 949,14.
"IHSG mampu mempertahankan laju penguatan di tengah bursa Asia yang bergerak dengan dominasi melemah. Saham energi menjadi penggerak IHSG seiring dengan harga minyak yang terus meningkat, sehingga mengangkat harga komoditas batu bara dan gas," tulis Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas dalam ulasannya di Jakarta, Selasa.
Di samping itu, kebijakan pembebasan pungutan ekspor sawit hingga Agustus dalam rangka percepatan ekspor merespon tangki sawit petani dan pengusaha sawit yang penuh imbas larangan ekspor pada Mei lalu, turut menjadi katalis positif karena dinilai mengurangi beban usaha emiten di tengah penurunan harga sawit. Dari eksternal, pelaku pasar dan investor pun akan mencermati rilis data inflasi Uni Eropa.
Dibuka menguat, IHSG mayoritas menghabiskan waktu di zona hijau hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG betah berada di teritori positif hingga penutupan bursa saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, seluruh sektor meningkat dimana sektor energi naik paling tinggi yaitu 3,46 persen, diikuti sektor barang baku dan sektor teknologi masing-masing 3,41 persen dan 2,35 persen.
Sepanjang hari ini, indeks LQ45 bergerak menguat. Saham-saham yang mendominasi penguatan yaitu GOTO, MDKA, ADRO, BMRI, EMTK. Sedangkan saham-saham yang mendominasi pelemahan yakni BBRI, TLKM, TPIA, BBNI, ICBP.
Pewarta: Citro AtmokoEditor : Yuniardi Ferdinan
COPYRIGHT © ANTARA 2026