ANTARAJAWABARAT.com, 27/8 - Dinas Peternakan Provinsi Jawa Barat menyatakan persediaan sapi di Provinsi Jawa Barat menghadapi perayaan Idul Adha atau Lebaran Haji 2012, akan kurang karena habis digunakan untuk keperluan Idul Fitri.

"Ketersediaan sapi di 'feed loader' wilayah Jabar hanya sekitar 48 ribu ekor. Angka tersebut untuk pemenuhan kebutuhan selama satu tahun. Sedangkan kebutuhan sapi jantan untuk kurban tergolong tinggi," kata Kepala Dinas Peternakan Jawa Barat Koesmayadi Tatang, di Kota Bandung, Senin.

Ia mengatakan, berdasarkan data yang dimiliki oleh Dinas Peternakan Jabar pada tahun 2011 lalu jumlah sapi potong untuk hewan kurban mencapai sekitar 45 ribu ekor.

"Untuk tahun lalu, realisasi untuk Idul Adha mencapai 45 ribu ekor. Kurangnya stok dan pasokan sapi itu menurutnya dikarenakan momen Idul Fitri dan Idul Adha yang berdekatan membuat Jabar terancam minim ketersediaan sapi potong sebagai hewan kurban," kata dia.

Menurut dia, faktor lain yang membuat persedian sapi kurang ialah karena banyak peternak yang memilih menjual sapinya saat momentum Idul Fitri tahun ini.
Dikatakannya, pada momentum tersebut memang harga jual daging sapinya terbilang baik yaitu sekitar Rp32 ribu per kilogram potong hidup.

"Kami memprediksi saat Idul Adha harganya naik menjadi Rp35 ribu per kilogram potong hidup, Dan kami khawatir, apabila harga jual sapi potong kurban naik seperti yang terjadi saat Idul Fitri kemarin hal itu berdampak pada daya beli masyarakat." katanya.

Padahal, kata Koesmayadi, setelah perayaan Idul Fitri, daya beli masyarakat cenderung menurun karena tingkat konsumtif masyarakat untuk pemenuhan kebutuhan Idul Fitri sudah begitu besar.

"Selain itu, momennya bertepatan dengan mulainya aktivitas sekolah dan perguruan tinggi. Tentunya, hal itu membuat kebutuhan masyarakat pun kembali meningkat," ujarnya.


Editor : Sapto HP

COPYRIGHT © ANTARA 2026