ANTARAJAWABARAT.com, 4/7 - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menyatakan daerah Provinsi Jawa Barat (Jabar) bisa mengantisipasi krisis air atau kekeringan jika seluruh elemen masyarakat dapat melestarikan sumber air dengan melakukan penghijauan dan memelihara kelestarian hutan.

"Penghijauan dan memelihara kelestarian hutan sebagai salah satu upaya pencegahan krisis air," kata Gubernur saat peringatan hari Krida Pertanian ke-40 di alun-alun Kabupaten Garut, Selasa.

Menurut dia, Jabar merupakan daerah terbesar di dunia yang memiliki volume curah hujan sekitar 81 milyar liter kubik setiap tahun.

Apabila dapat memanfaatkan curah hujan itu sebesar 19 miliyar liter kubik, kata Ahmad, maka wilayah Jabar tidak akan mengalami kekeringan.

Namun, curah hujan di Jabar, kata Ahmad, hanya dapat terserap sekitar 9 milyar liter kubik, karena sisanya hanyut ke laut tidak terserap ke tanah.

"Makanya air perlu dipelihara dengan melakukan penghijauan. Sebagai salah satu upaya pencegahan krisis air yang akan berdampak pada timbulnya krisis pangan," katanya.

Ia menceritakan beberapa negara sempat menggencarkan masalah menjaga krisis energi, padahal di dunia ada dua krisis lain yang lebih berbahaya yakni krisis air dan pangan.

Jika air hujan atau serapan air tinggi, menurut Ahmad, maka Jabar tidak kekurangan air, dan kebutuhan pangan dapat terpenuhi.

"Dengan curah hujan tinggi, Jawa Barat sanggup menjawab kekhawatiran dua krisis itu. Dengan air berlimpah maka rawan pangan pun bisa diatasi," katanya.

Sementara itu peringatan hari krida pertanian itu dihadiri Bupati Garut, Aceng HM Fikri, unsur Muspida Jabar dan Garut, serta 2500 petani dari seluruh Jabar.


Editor : Sapto HP

COPYRIGHT © ANTARA 2026