ANTARAJAWABARAT.com,16/5- Ratusan petani dibeberapa wilayah di Cianjur, Jabar, Rabu, mengeluhkan langkanya pupuk jenis urea dan NPK Kujang di pasaran.

Sekalipun ada, kebutuhan yang mereka minta tidak dapat dipenuhi kios atau pengecer karena keterbatasan stok yang mereka miliki. Bahkan hal tersebut dibenarkan beberapa distributor yang ada di Cianjur.

"Kelangkaan pupuk urea dan NPK Kujang saat ini, akibat keterlambatan rekomendasi yang diberikan Dinas PTP dan Holtikultura pada distributor. Sehingga menyebabkan keterlambatan untuk penyaluran ke masing-masing kios pengecer," kata Uus Kuswara salah seorang distributor di Cianjur, Rabu.

Menurut dia, seharusnya, mulai tanggal 1, 2 dan 3 sudah ada pengeluaran karena di minggu pertama itu, pihak dinas telah mengeluarkan rekomendasi dan distributor baru bisa mengajukan dan melakukan penebusan barang ke produsen.

Dampaknya tutur dia, kemungkinan besar untuk program Gerakan Peningkatan Produksi Pangan berbasis Korporasi (GP3K) akan gagal karena pupuknya tidak ada.

Hal senada terucap dari distributor Pupuk Kujang lainnya di Cianjur, Sutopo, dari PT Angkasa Rara Cipta (ARC). Dia membantah, kelangkaan pupuk yang terjadi saat ini, karena permainan distributor, melainkan akibat birokrasi yang rumit di dinas terkait.

"Kalau stock pupuk itu cukup banyak, tapi surat dari dinas yang belum 'diacc' dan di lingkungan dinas itu sendiri ada birokrasi yang rumit," ucapnya.

Informasi dihimpun, langkanya kedua jenis pupuk tersebut, ungkap beberapa orang pemilik kios di wilayah Cianjur karena pengurangan jatah yang diberikan pihak distributor tanpa alasan yang jelas.

"Kami tidak tahu alasannya apa, namun langkanya kedua jenis pupuk itu karena DO yang kami ajukan hanya dipenuhi sebagian bagian seperetmpatnya. Satu bulan biasanya kami mendapatkan jatah empat sampai enam ton, namun akhir-akhir ini hanya dua ton," kata pemilik kios yang minta tidak disebut namanya.***3***



Fikri


Editor : Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026