"Ini merupakan wujud perhatian dan kepedulian kalangan pengusaha terhadap upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia Jawa Barat," kata Ahmad Heryawan, usai menerima secara simbolis bantuan hibah dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk di Gedung Negara Pakuan, Jalan Otto Iskandardinata No.1 Kota Bandung, Jumat.
Adapun bentuk pemberian bantuan hibah komputer senilai Rp777 juta yang diterima oleh Pemprov Jawa Barat ialah berupa 105 unit CPU, 105 unit LCD, 21 unit printer, dan 21 unit external harddisk.
Heryawan mengatakan pemberian hibah itu sejalan dengan kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang konsisten menempatkan pendidikan sebagai landasan utama pembangunan manusia.
"Kemajuan masyarakat hanya akan tercapai apabila dibangun di atas fondasi sumber daya manusia yang berkualitas," katanya.
Pembangunan bidang pendidikan, kata Heryawan, adalah salah satu prasyarat utama dalam rangka mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.
"Hal ini pun tertuang dalam agenda global melalui program the millenium development goals (MDGs), yang menempatkan pendidikan sebagai aspek utama pembangunan manusia bagi sebuah Negara. Dan karenanya dukungan pihak swasta dan masyarakat serta pihak terkait sangat dibutuhkan," kata Heryawan.
Lebih lanjut Heryawan menyatakan guna meningkatkan capaian pembangunan bidang pendidikan, pihaknya terus mengupayakan terobosan yang diarahkan pada tiga pilar kebijakan yaitu pemerataan dan perluasan akses pendidikan.
"Kemudian peningkatan mutu, relevansi, dan daya saing, serta peningkatan tata kelola, akuntabilitas, dan pencitraan pengelolaan pendidikan," katanya.
Untuk itu dalam rangka meningkatkan infrastruktur pendidikan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat pada tahun 2011 telah membangun 5.000 ruang kelas baru (RKB) SMP/MTs dan SMA/SMK swasta dengan anggaran APBD Provinsi sebesar Rp441,66 miliar, serta 173 ruang kelas dari program Corporate Social Responsibilty (CSR) berbagai perusahaan yang ada di Jawa Barat.
Di samping itu, pada tahun 2011 Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga menyalurkan dana BOS Provinsi sebesar Rp405,6 miliar yang dibagi untuk 5.360.000 siswa SD/SDLB/MI/Salafiah Ula sebesar Rp134 miliar, serta untuk 2.130.196 siswa SMP/SMPLB/ SMP Terbuka/MTs/Salafiah Whusta sebesar Rp271,5 miliar.
Selain itu, telah disalurkan pula Bantuan Khusus Siswa Miskin (BKSM) sebesar Rp10 miliar untuk 12.500 siswa SMA/MA/SMK Swasta se-Jawa Barat.
Editor : Sapto HP
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.