Tembok tersebut baru tiga bulan selesai dibangun dengan dana yang bersumber dari APBD Provinsi Jawa Barat.
"Terlepas dari ambrolnya akibat bencana alam karena tidak kuat menahan beban air, kami mengindikasikan pengerjaannya yang dilakukan pihak rekanan itu, terkesan asal-asalan," kata Ketua Forum Pemantau Pembangunan Cianjur (FP2C) Yusuf Ibrahim, Jumat.
Dia menjelaskan ambrolnya TPT di aliran sungai Cianjur itu, terjadi disertai hujan yang turun dengan derasnya. Diduga konstruksi bangunan tidak kuat menahan beban, sehingga ambrol.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, hanya kerugian materi diperkirkan mencapai Rp150 juta. Namun ambrolnya tembok tersebut mengakibatkan sebagian Jalan di kompleks perumahan BLK Regency nyaris putus.
"Ambrolnya tembok ini sebenarnya sudah yang kedua kalinya. Sebelumnya memang sudah ada yang ambrol, tapi sekarang lebih parah," kata Maman petugas keamanan kompleks perumahan tersebut.
Editor : Sapto HP
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.