"Aduh-aduh, sudah lah jangan PKS lah," kata Ahmad Heryawan, di Gedung Sate Bandung, Kamis.
Ia menuturkan, sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat di wilayah Provinsi Jawa Barat dirinya tidak mau berkomentar lebih lanjut tentang wacana mundurnya PKS dari koalisi terkait rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) oleh pemerintah.
Bahkan ketika ditanyakan oleh wartawan tentang apakah dirinya akan menemui para demonstran di depan Gedung Sate Bandung yang menolak kenaikan harga BBM, Heryawan, menjawab enteng pertanyaan wartawan tersebut.
"Gampang itu gampang. Yang pasti demo boleh asal tidak anarkis dan merusak fasilitas umum," kata dia.
Sebelumnya, Presiden Partai Keadilan Sejahtera, Luthfi H Ishaak, mengisyaratkan partai yang dia pimpin siap keluar dari koalisi dalam pemerintahan Presiden Susilo Yudhoyono. Istilahnya, PKS siap tidak "satu perahu" lagi.
Dalam pidato politiknya pada penutupan Musyawarah Kerja Nasional PKS di Medan, Rabu malam, Luthfi menyebutkan, keluar koalisi itu ditempuh jika pemerintah tidak memperdulikan kondisi rakyat dalam kebijakan-kebijakan yang ditetapkan.
Menurut dia, tawaran yang disampaikan PKS terkait rencana kebijakan menaikkan harga BBM bersubsidi dinilai sangat sederhana.
Melalui sejumlah opsi yang diajukan, PKS memahami pemerintah menginginkan postur APBN yang sehat dalam penyelenggaraan pemerintahan.
Namun PKS tidak menginginkan upaya yang ditempuh untuk mewujudkan hal itu dengan cara menimbulkan kesulitan untuk rakyat.***3***
Editor : Syarif Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.