ANTARAJAWABARAT.com,7/2 - Pemerintah Provinsi Jawa Barat membantah jika selama ini pihaknya tidak mendukung Badan Usaha Milik Daerah yang dimiliki oleh Jawa Barat, khusunya dalam memasarkan produk unggulan BUMD.

"Kami pasti pake produk-produk BMC kalau ada kegiatan di pemprov. Hal ini sudah berlangung beberapa tahun ini. Jadi enggak benar kalau kita tidak mendukung atau tidak ikut memasarkan produk unggulan BUMD," kata Kepala Biro Humas, Protokol, dan Umum Pemprov Jawa Barat, Ruddy Gandakusumah di Bandung, Selasa.

Menurut Ruddy, sebagai bukti bahwa Pemprov Jabar mendukung BUMD ialah makanan dan minuman yang disajikan saat berlangsungnya
kegiatan di lingkungan pemprov selalu menggunakan produk Bandoengsche Melk Centrale (BMC) yang dikelola oleh BUMD Jabar, PT Agronesia.

Ia menegaskan, Pemprov Jawa Barat pasti akan selalu mendukung terhadap perkembangan sektor usaha BUMD karena yang memiliki BUMD adalah daerahnya, yakni Pemprov Jabar.

"Jika pemprov dikatakan enggak care, saya kira tidak tepat juga pernyataan tersebut. Siapa yang akan mengakat BUMD selain daerahnya. Menurut saya, sudah banyak upaya yang dilakukan pemprov untuk mengembangkan BUMD di Jabar," katanya.

Dikatakannya, pihaknya belum mengetahui persentasi penggunaan produk BUMD yang dilakukan Pemprov Jawa Barat.

"Tapi yang pasti, pemprov juga menggunakan pihak ketiga, selain BUMD dalam memenuhi kebutuhan dalam setiap kegiatan pemprov," katanya.

Hal tersebut, kata Ruddy, dilakukan karena keterbatasan waktu, efisiensi, dan anggaran.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Jawa Barat dinilai kurang mendukung Badan Usaha Milik Daerah dalam hal promosi ataupun pemanfaatan produk-produk BUMD, kata anggota DPRD Jabar.

"Padahal kalau kita selidiki, BUMD-BUMD itu memiliki banyak produk unggulan dan potensi besar untuk maju," kata anggota Komisi C DPRD Jawa Barat Humar Dani di Kota Bandung beberapa waktu lalu.

Menurut Humar, pihaknya sudah berkali-kali minta dukungan dari eksekutif ataupun dari sekretariat dewan untuk ikut mempromosikan produk-produk unggulan atau layanan dari BUMD.

"Ya tapi itu tadi, tetap saja tidak diperhatikan. Sampai kami bosan. Akhirnya, mau tidak mau, BUMD berjalan sendiri mulai dari pemasaran hingga mencari klien. Padahal, jika dapat dukungan dari pemerintah, bisa menyumbang PAD yang cukup besar," katanya.***3***
Ajat S


Editor : Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026