"Terong Kania merupakan jenis tering putih yang selama ini belum pernah dibudidayakan di wilayah Jawa Barat. Tahap pertama dilakukan di wilayah Bandung Barat serta di beberapa daerah lainnya di sentra hortikultura di Jabar," kata Assisten Area Sales Marketing PT Ewindo, Kurniadin di sela-sela sosialisasi di Desa Cirawa Mekar Kecamatan Cipatat Kabupaten Bandung Barat, Rabu.
Penanaman dan budidaya teron putih itu dilakukan di atas lahan seluas tiga hektar di Desa Cirawa Mekar yang memiliki karakter tanah gembur. Jenis terong itu bia menghasilkan produksi sekitar 3Kg terong per pohonnya.
Kurniadin menyebutkan, produksi terong itu belum terbuka luas. Hasil panen terong jenis baru yang dihasilkan dari Desa Cirawa Mekar lebih banyak dipasarkan ke Jakarta. Namun demikian ia menyebutkan peminatnya belum banyak, namun terus meningkat.
"Tering Kania ini pertama dikembangkan di Pontianak, pasarnya terus tumbuh," kata Kurniadin.
Selain itu, ditanam pula terong jenis lainnya seperti jenis Terong Milano dan Terong Yummi yang sudah banyak diperoleh di pasaran. Dari sisi harga tering itu cukup menjanjikan yakni mencapai Rp1.200 per kilogram di tingkat petani.
Selain di Cipatat Kabupaten Bandung Barat, terong itu juga diujicoba di Sumedang, Sukabumi, Garut, Tasikmalaya dan Bogor.
"Terong Kania merupakan salah satu hasil budidaya benih yang kami lakukan, saat ini Ewindo telah menghasilkan sekitar 160 benih sayuran dan hortikultura," kata Kurniadin.
Ia mengakui, pengembangan benih terong memang masih baru dilakukan oleh perusahaan yang bergerak di bidang penangkaran benih tanaman hortikultura itu. Namun pihaknya melihat peluang pasar terong terus meningkat dan digemari masyarakat.
Editor : Syarif Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.