ANTARAJAWABARAT.com,5/1 - Harga beras berbagai jenis kualitas yang dijual di pasar induk Guntur, Kabupaten Garut, Jawa Barat, mengalami kenaikan berkisar Rp500 hingga Rp1.200 per kg dari harga biasanya sejak dua pekan lalu.

"Kenaikan beras ini tidak tiba-tiba, tapi setiap hari kenaikannya berkisar Rp100 sampai Rp200, sampai sekarang ada yang sampai Rp1.200 per kilonya," kata Hj Anung salah seorang pedagang beras di pasar induk Guntur, Garut, Kamis.

Ia menjelaskan harga beras di Garut sudah mencapai Rp8.700 per kg untuk beras berkualitas bagus, sementara beras kualitas biasa mencapai Rp8.000 per kg.

Bahkan harga beras di Garut, menurut Anung akan terus mengalami kenaikan selama pasokan beras dari distributor dan petani berkurang.

Kenaikan beras tersebut, kata Anung karena pasokan beras dari daerah penghasil padi masih dalam tahap penanaman, sementara musim panen diperkirakan satu hingga dua bulan kedepan.

"Saya kira beras akan terus naik, karena beberapa daerah penghasil padi masih dalam tahap penanaman, belum panen," kata Anung.

Sementara itu kenaikan harga beras di Garut dikeluhkan warga yang berpenghasilan rendah sehingga berharap ada upaya pemerintah dalam menekan naiknya harga beras.

Salah seorang warga Garut, Omen (42) mengaku terpaksa harus mengeluarkan biaya hidup lebih besar dari sebelumnya karena harga beras naik.

Meskipun naiknya tidak terlalu tinggi, namun Omen merasa berat karena tidak seimbang dengan penghasilan sehari-harinya sebagai pedagang buah-buahan.

"Sekarang penghasilan dari jualan buah-buahan pas pasan, hanya cukup untuk kebutuhan makan sehari-hari," kata Omen.

Ia berharap pemerintah dapat mengatasi harga beras agar kembali normal tidak terus mengalami kenaikan.

"Saya hanya berharap beras tidak terus naik, maka pemerintah harus bisa mengatasinya, karena upaya pemerintah sangat diharapkan oleh masyarakat kecil seperti saya," harap Omen.***5***(T.KR-FPM/B/B008/B008)

Feri P


Editor : Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026