Meskipun pemerintah pusat telah meminjamkan 13 jenis peralatan pembuatan e-KTP, namun peralatan yang dipinjamkan tersebut hanya dua unit saja yang telah dilengkapi dengan "signature pad" (alat untuk tanda tangan), kata Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Cimahi, Erik Yudha Buana kepada wartawan di Cimahi, Senin.
Itu artinya, kata dia, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Cimahi hanya bisa menggunakan enam jenis jenis yang ada.
"Kita memang sudah dikasih pinjam oleh pemerintah pusat sebanyak 13 peralatan pembuatan KTP elektronik. Namun semuanya banyak yang tidak bisa kita gunakan termasuk satu unit mobilenya yang tidak dilengkapi dengan signature pad. Makanya, kita masih menunggu untuk kelengkapan peralatan lainnya," kata dia.
Minimnya alat yang digunakan ini berdampak pada target selesainya pembuatan e-KTP di Cimahi dari semula selesai 2012, kini mengalami kemunduran. Erik tidak mau sesumbar mengenai target selesainya e-KTP di Cimahi, yang jelas di 2012 pelaksanaan e-KTP akan masih tetap berjalan.
"Intinya, peralatan yang sudah ada itu hanya entri data saja. Sementara di sisi lain, pemerintah pusat setelah daerah menerima peralatan itu, seolah tidak mau tahu dengan prosedur yang harus dilakukan pemerintah daerah seperti melakukan perencanaan penganggaran dalam pelaksanaan e-KTP. Pusat minta alat bisa langsung digunakan saja," katanya.
Disampaikannya, dirinya tidak tahu menahu perihal penyebab tidak lengkapnya peralatan yang diterima oleh hampir semua pemerintah daerah. Pasalnya, itu kewenangan pemerintah pusat dengan demikian dirinya tidak mau berspekulasi dengan apa yang telah terjadi.
Sementara itu, Kepala Seksi Kependudukan Disdukcapil Kota Cimahi Wawan Haryana menambahkan, layanan pembuatan e-KTP juga menyasar warga lanjut usia dan warga yang tengah menderita sakit. Layanan diberikan oleh petugas dengan mendatangi ke rumah warga bersangkutan.
"Mungkin kendala bagi mereka yang sudah berusia lanjut adalah sulitnya mengidentifikasi sidik jari mereka. Oleh karenanya, disediakan alat identifikasi diri lainnya seperti identifikasi mata," ujarnya.
Menurut Wawan, saat ini, seluruh petugas program e-KTP. termasuk operator PNS dan non-PNS, sudah siap. Khusus untuk petugas non-PNS yang telah direkrut Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil akan dilakukan penugasan secara bergilir.***3***
Hedi A
Editor : Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.