Syaratnya para animator itu mampu menciptakan film animasi tidak hanya 20 episode tapi bisa menyaingi film animasi serupa lainnya yang telah lebih dahulu populer, kata Wali Kota Cimahi, Itoc Tochija saat memberikan sambutan dalam acara Bussines Matching and Telematics Exhibition yang digelar oleh Pemprov Jabar dan dihadiri Sekda Provinsi Jabar, Lex Laksamana di Gedung BITC, Selasa.
"Selanjutnya kita bisa mengundang berbagai kementerian untuk berbicara alat. Selain itu, pemerintah provinsi diharapkan bisa memanfaatkan apa yang ada di Cimahi. Provinsi dan pusat harus memaklumi apa yang masih kurang, hingga industri kreatif bisa lebih berkembang lagi," ujarnya.
Ditegaskan Itoc, pihaknya sangat serius dalam memberdayakan sumber daya manusia (SDM) dengan mengikuti kemajuan era teknologi dewasa ini yakni mengembangkan produk industri kreatif berbasis telematika. Terlebih, karya animator tersebut sudah bisa diterima oleh dengan baik oleh stasiun televisi Jakarta.
Diharapkannya, melalui pertemuan dengan para pebisnis dan acara pameran produk-produk industri kreatif berbasis teknologi ini, dapat menindaklanjuti apa yang sudah dihasilkan oleh para animator kepada para pebisnis dibidangnya hingga terjalin kerjasama untuk mengangkat produk animasi.
"Gedung BITC dijadikan tempat bertemu industri kreatif dengan pebisnis animasi dan Pemprov Jabar. Kami berharap dari kota/kabupaten di Jabar bisa terus memupuk suasana, sehingga kegiatan ekonomi industri kreatif ini bisa tumbuh di Jabar," katanya.
Sementara itu,Gubernur Jabar dalam sambutannya yang dibacakan oleh Sekda Provinsi Jabar Lex Laksamana, menyampaikan apresiasi dan penghargaan atas kreativitas yang selama ini dibina di Cimahi melalui CCA (Cimahi Creative Association).
Dikatakannya, Jabar kaya dengan SDM, maka industri kreatif akan sangat strategis untuk dijadikan titik sentral kemajuan masyarakat.
"Kita punya potensi yang menunjang masyarakat kreatif dan berani berkreasi. Kita juga punya pusat pendidikan tinggi dibidang IT dan bisnis, desain dan sebagainya. Maka tak mengherankan jika industri kreatif berkembang di Jabar dengan berbagai produk yang beragam," kata Lex.
Tantangan kedepan yang perlu dijawab di bidang industri kreatif ini adalah produk impor. Namun begitu, Pemprov menjanjikan akan mendorong masyarakatnya untuk terus berkarya dan berkreasi sesuai bidangnya masing-masing.
Termasuk dengan membangun iklim dan ruang gerak yang lebih terjamin bagi pertumbuhan industri kreatif agar outputnya bisa dipasarkan secara lebih luas dalam skala nasional bahkan internasional.***5***
Editor : Syarif Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.