ANTARAJAWABARAT.com,28/11 - Forum Peduli Masa Depan Pendidikan Jawa Barat menduga ada penyelewengan dalam program Subsidi Software dan Hardware Pembelajaran SMP Tahun 2011 oleh Kementerian Pendidikan dan Dinas Pendidikan Jawa Barat.

"Ini kan berangkat dari kebijakan anggaran APBN khususnya untuk SMP, yakni subsidi multimedia berkaitan tentang hardware dan sofware. Nah, kami mengidentifikasi ternyata ada beberapa hal yang terjadi satu tindakan diduga penyelewengan dan tidak sesuai dengan panduan pelaksanaan yang ditentukan," kata Ketua Forum Peduli Masa Depan Pendidikan Jawa Barat Andy Ali Fikri, di Bandung, Senin.

Ditemui usai bertemu dengan perwakilan Kasie Pidum Kejati Jawa Barat, Andy menuturkan kerugian negara akibat penyelewangan dalam program Subsidi Software dan Hardware Pembelajaran SMP Tahun 2011 mencapai Rp32 miliar.

"Terindikasi hampir 90 persen terjadi penyelewengan karena tidak sesaui dengan panduan pelaksanaan maka indikasi kerugian negara mencapai Rp32 miliar," kata Andy.

Menurutnya, dalam program Subsidi Software dan Hardware Pembelajaran SMP Tahun 2011 tersebut banyak hal yang tidak sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan.

"Permasalahannya semua bahan-bahan hardware dan software ini tidak sesuai dengan spek. Salah satu yang krusial ialah sofwarenya yakni yang harusnya tiga dimensi ini malah dua dimensi," kata Andy.

Ia mengatakan, dalam penentuan spesifikasi software dan hardware ini diduga telah dilakukan penyelewengan oleh pihak-pihak tertentu.

Begitupun untuk hardwarenya, menurut Andy, permasalahannya ialah merk antara laptop dan personal computer (PC) nya harus sama dan harus produk buatan dalam negeri.

Dikatakannya, anggaran untuk program tersebut langsung ditransfer oleh pemerintah pusat kepada rekening kepala sekolah 2089 sekolah menengah pertama di Jawa Barat.

"Anggarannya langsung ditransfer ke rekening kepala sekolah. Untuk Jawa Barat total yang mendapatkan subsidi multi media ada sekitar 2089 sekolah SMP," katanya.

Oleh karena itu, pihaknya meminta agar Kejaksaan Tinggi Jawa Barat menindaklanjuti pihak-pihak terkait khusunya Dinas Pendidikan Pusat dan Provinsi Jabar agar segera mengusut ke setiap daerah.

"Kita minta ke Kejati untuk penyelidikan dan mengawal responnya InsyaAllah mereka akan membentuk tim untuk menginvestigasi temuan-temuan kami ini," kata Andy.***3***

Ajat S


Editor : Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026