Aplikasi tersebut merupakan hasil dari pelatihan bertajuk MIC-ITB Code Camp 2011 yang diikuti 230 praktisi teknologi informasi, mahasiswa, dan para pegiat teknologi mobile di kampus ITB sejak Selasa (22/11) hingga hari ini, Kamis.
Pelatihan MIC-ITB 2011 merupakan rangkaian dari Digital Media Forum (DMF) 2011, yaitu kegiatan rutin dua tahun sekali di ITB.
Manajer kegiatan, Ary Setijadi Prihatmanto menuturkan, pelatihan ini diproyeksikan untuk mendorong lahirnya aplikasi dan 'game' yang berakar budaya lokal.
"Pelatihan ini merupakan pembelajaran praktis yang atraktif tentang perkembangan teknologi mobile terbaru," tuturnya.
Ratusan aplikasi yang dilahirkan dalam pelatihan ini ditargetkan untuk mampu menembus pasar Windows Phone.
Ary menuturkan, meningkatnya kebutuhan pasar terhadap aplikasi dan 'game' terbaru menjadi peluang bagi para pengembang, termasuk developer pemula, untuk mengenalkan produknya di pasar.
Dalam pelatihan ini seluruh peserta diajarkan mengenai metode pengembalian aplikasi dan 'game' yang efisien, terutama dari segi anggaran.
"Peserta juga diajarkan bagaimana menjual aplikasi dan 'game' yang telah dihasilkan," kata Ary.
Menurut Ary, pengembang aplikasi dan 'game' Indonesia memiliki kemampuan untuk bersaing dengan aplikasi dan 'game' produk luar negeri. Hal ini menurutnya bisa dilihat dari semakin banyaknya aplikasi dan 'game' dari pengembang Indonesia yang beredar di pasaran.
Saat ini jumlah aplikasi 'mobile' masih berada di kisaran ratusan ribu dan diperkirakan akan terus berkembang seiring makin maraknya produk telepon seluluer pintar.
"Apple" melalui App Store-nya hingga Oktober 2011 sudah mengoleksi 500 ribu aplikasi, Android Market telah mengoleksi 300 ribu aplikasi, keduanya dikenalkan pada tahun 2008. Sedangkan Windows Phone Marketplace yang baru dikenalkan pada Oktober 2010 telah mengoleksi 40 ribu aplikasi dari 10 ribu perusahaan pengembang di seluruh dunia.
"Melalui pelatihan ini diharapkan jumlah aplikasi dan 'game' produksi pengembang Indonesia semakin banyak," kata Ary.***5***
Achy
Editor : Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.