Berdasarkan data yang ada di Dinas Sumber Daya Air, Pertambangan dan Energi (Sdape) Kabupaten Bandung di Kecamatan Cilengkrang setidaknya terdapat 82 unit biogas, Pasirjambu 50 unit, Kertasari 25 unit, Pangalengan dan Pacet 125 unit, Paseh dan Cikancung 25 unit.
"Pemanfaatan potensi biogas ini belum maksimal. Untuk itu perlu ada dorongan dana dan teknologi untuk pengembangannya," kata Kepala Dinas Sdape Kabupaten Bandung Ir. Sofyan Sulaeman, kepada wartawan, Rabu.
Pemkab Bandung sendiri telah menyusun program "ke-energian" untuk lima tahun mendatang yang bersumber dari dana CSR. Meliputi, pemanfaatan arus sungai untuk mikrohidro, pemanfaatan limbah ternak (biogas), pembuatan pembangkit listrik biogas komunal untuk mendukung Desa Mandiri Energi, serta pembuatan waduk/ situ di kawasan Ibun, Paseh dan Pacet untuk kelestarian sumber daya air.
Dana bantuan Pemprov Jawa Barat akan dimanfaatkan untuk sumber daya air energi listrik mikrohidro di Kecamatan Pasirjambu (Curug Kecap dan Curug Cipanggir) dan Kecamatan Pangalengan (Sungai Cisangkuy).
Disamping pembangunan desa embrio mandiri energi di Kecamatan Pasirjambu dan Pangalengan berupa 200 biodigester fixdome perorangan dan pembangkit listrik biogas komunal serta pembangunan listrik pedesaan di 40 desa sebanyak 4.000 rumah tangga.
"Penyusunan program tersebut sengaja dilakukan untuk meningkatkan elektrifikasi hingga tahun 2014 mencapai 80 persen. Segala upaya kita lakukan, agar seluruh rumah tangga di wilayah Kabupaten Bandung bisa menikmati penerangan listrik," ucap Sofyan Sulaeman.
Salah satu kebijakan Pemkab Bandung dalam pemanfaatan sumber daya energi diantaranya mengacu kepada pelestarian lingkungan. Hal ini perlu diupayakan mengingat Kabupaten Bandung juga memiliki potensi sumber daya energi panas bumi yang dalam pemanfaatannya kerap berbenturan dengan kepentingan pelestarian lingkungan.
Adapun sumber daya energi panas bumi di Kabupaten Bandung, masing-masing terdapat di wilayah kamojang Kecamatan Ibun yang berbatasan dengan Kabupaten Garut.
Potensi panas bumi yang ada di wilayah ini mencapai 300 megawatt yang kini tengah digarap oleh PT. Pertamina Geothermal Energy (PT.PGE) dan PT. Indonesia Power.
Sedangkan di wilayah Wayang Windu yang meliputi Kecamatan Pangalengan, Cimaung dan Pacet, potensinya mencapai 460 megawatt, kini tengah dikelola Star Energy Geothermal hingga tahun 2024. Wilayah Patuha meliputi Kecamatan Rancabali dan Pasirjambu dengan potensi sebesar 480 megawatt.
Selain itu terdapat pula sumber daya energi panas bumi di wilayah Cibuni yang meliputi Kecamatan Rancabali, serta wilayah Darajat yang mencakup Kabupaten Garut 95 persen dan Kabupaten Bandung khususnya di Kecamatan Kertasari sebanyak 5 persen yang kini tengah digarap PT. Chevron.
"Khusus operasional Chevron di Desa Cihawuk Kecamatan Kertasari, kita minta agar dihentikan dulu karena masih banyak masalah yang menyangkut perijinan dan dampak kerusakan lingkungan yang ditimbulkan akibat kegiatan perusahaan tersebut," kata Sofyan Sulaeman.***4***
Hedi A
Editor : Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.