"Kami juga akan pertanyakan permasalahan 22 CPNS Kota Depok yang tidak diberikan SK ini kepada Menpan," kata anggota Komisi A DPRD Jawa Barat Irwan Koesdrajat, usai menemui beberapa orang perwakilan 22 CPNS asal Kota Depok yang merasa dirugikan karena tidak diberikan SK di Bandung, Senin.
Irwan mengatakan, pihaknya akan segera mengklarifikasi soal ini kepada BKD Kota Depok dan Provinsi Jawa Barat serta akan mempertemukan 22 CPNS tersebut dengan BKD.
Menurutnya, dalam proses penerimaan ini ada kejanggalan soal data dan nama karena jumlah SK yang dikeluarkan sama sedangkan ada perbedaan nama antara SK Menpan dengan pengumuman yang dikeluarkan Pemeintah Kota Depok.
"Kami akan mempelajari dulu duduk persoalannya secara detail. Tapi kami sudah mensinyalir jika ini tidak tertib administrasi. Pertanyaannya, apakah ini disengaja atau tidak. Itu yang akan kami selidiki," ujar Irwan.
Sementara itu, perwakilan dari 22 CPNS asal Kota Depok Sopyan, menuturkan, pada tahun 2009 ia dan 21 rekannya yang lain mengikuti seleksi masuk CPNS dan saat diumumkan di media massa dinyatakan lulus.
"Namun, kami tidak diberikan SK oleh Menpan. Alasannya, karena tidak sesuai dengan formasi. Kalau memang ini ada kesalahan kenapa kami lolos verifikasi bahkan diumumkan lolos. Ada apa ini. Kami jelas merasa dibohongi dan dirugikan oleh pemerintah," kata Sopyan.
Ia mengatakan, ke 22 CPNS ini awalnya mengikuti seleksi dengan 9.000 calon PNS lainnya melalui jalur umum, kemudian, BKD Kota Depok mengumumkan 534 telah dinyatakan lolos termasuk 22 nama yang tidak mendapatkan SK.
Akan tetapi, kata Sopyan, dirinya dan yang lainnya tidak mendapatkan surat keputusan karena dianggap formasinya tidak sesuai.
"Pengumuman itu merupakan SK wali kota yang diumumkan di media masa. Tapi kemudian kenapa kami tidak mendapatkan SK. Setiap kami tanya ke wali kota dia selalu menghindar. Kami sempat mempertanyakan hal ini ke Menpan, katanya ini kesalahan BKD Kota Depok," ujar Sopyan.
Dikatakannya, BKD Kota Depok sempat menjanjikan akan meloloskan mereka pada penerimaan CPNS 2010 melalui tes ulang. Namun, nyatanya hanya dua orang yang di loloskan.
"Oleh karenanya, kami mengadu ke DPRD Jabar. BKD Kota Depok sempat meminta kepada kami agar tidak memperbesar masalah ini, dengan janji akan mengakomodasi pada CPNS 2010. Tapi nyatanya mereka cuman janji-janji saja," ujarnya.***3***
Ajat S
Editor : Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.