"Jabar meraih lima medali emas, satu perak dan dua perunggu, memimpin perolehan medali babak kualifikasi cabang angkat berat," kata Sekretaris Umum PABBSI Jawa Barat Maman Suryaman di Bandung.
Sementara itu dominasi Jabar pada nomor angkat berat itu dibayangi oleh Lampung, Jambi, Kalbar dan Kamtim.
Medali emas tim Jabar untuk total angkatan squat, benpres dan dead lift yakni dipersembahkan oleh lifter Asep Setiawan kelas 105 Kg, M Yusuf kelas 93Kg, Endang kelas 83Kg, Tarmidi kelas 120+Kg serta satu dari putri Lilis Idaningsih 84+Kg.
Sedangkan medali emas Lampung diraih oleh Sri Hartati 57Kg, Noviana 63Kg, Donny Meiyanto 74Kg. Kalbar meraih emas melalui Eka Komalasari 47Kg, Evi N 52Kg. Sedangkan Jambi diraih melalui lifter Robby Sujanto 66 Kg.
"Persaingan di angkat berat cukup ketat, bahkan beberapa rekor dunia untuk angkatan suat dan dead lift terlampaui seperti di kelas putri 47Kg, 52Kg, 57Kg, serta sejumlah rekornas," kata Maman yang juga Ketua Harian Panpel Pra Kualifikasi PON XVIII.
Tuan rumah Jawa Barat berhasil menguasai nomor angkat berat, setelah harus puas di peringkat kedua dalam perolehan medali pada nomor angkat besi. Peraih medali emas terbanyak angkat berat dikuasai Lampung.
Secara total Jabar meloloskan 27 atlet angkat berat dan besi ke PON, yakni 13 atlet angkat besi dan 14 atlet angkat berat.
"Tidak ada juara umum dalam Pra Kualifikasi PON XVIII cabang ini karena hanya dilakukan dua nomor yakni angkat berat dan besi, sedangkan binaraga digelar di Surabaya, Jabar sendiri meraih dua medali emas di binaraga," kata Maman Suryaman.
Sementara itu pertarungan nomor angkat berat pada hari terakhir babak prakualifikasi PON XVIII dipungkas dengan duel di nomor kelas 120 kilogram ke atas dimana atlet tuan rumah Jabar, Tarmidi menjadi yang terbaik dengan total angkatan 830,0 Kg, perak diraih Dodi Yanto Kaltim 825Kg serta perunggu Bagus P (Jatim) 815Kg.
Dengan hasil tersebut, Jabar optimis untuk mempertahankan minimal delapan medali emas. Salah satu upayanya untuk segera melakukan pemusata latihan atau sentralisasi Pelatda.
"Untuk mengejar target itu, maka mau tidak mau mulai Januari 2012 harus sudah masuk pemusatan latihan," kata Sekum PABBSI Jabar itu menambahkan.
Syarif
Editor : Syarif Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.