ANTARAJAWABARAT.com,1/9 - Perang Lodong karbitan, permainan khas Kabupaten Tasikmalaya, menyemarakkan suasana Lebaran di tiga Kampung, Desa Janggala, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Kamis malam.

Salah seorang warga peserta Perang lodong, Oon mengatakan, kegiatan yang diselenggarakan setiap tahunnya atau setelah hari raya Lebaran itu diikuti sejumlah warga Kampung Cempaka, Koleberes, dan Kampung Tonjong.

"Ada tiga kampung yang ikut perang lodong karbit ini yang selalu digelar setiap tahunnya," kata Oon warga asal Kampung Cempaka.

Perang lodong tersebut digelar selama dua hari setelah sebelumnya, Rabu (31/8) malam dimulai pukul 08.00 WIB hingga menjelang dini hari.

Warga di tiga kampung itu saling membunyikan lodong yang terbuat dari bahan bambu berukuran panjang sekitar 7 hingga 8 meter dengan diameter lubang 50 hingga 80 cm.

Dikatakan Oon, masing-masing warga di tiga kampung itu memasang 20 hingga 25 lodong yang dipasang di dataran tanah lapangan terbuka kemudian diarahkan bambunya ke hamparan sawah yang cukup luas.

Perang lodong yang diselengarakan dari dana iuran antar warga itu secara bergantian membunyikan lodong untuk memberikan kesan suara lodong agar dapat didengar lebih keras antar kampung lainnya.

"Saling bergantian membunyikan lodong sekeras-kerasnya disetiap tiga kampung," kata Oon yang kelompok warga kampungnya memasang 20 lodong.

Suara yang terdengar keras sampai ke kampung lain, menurut Oon, merupakan yang terbaik dan warga yang membunyikannya menjadi kebanggaan dan langsung bersorak. Kemudian meminta balasan suara kepada warga kampung lainnya untuk membunyikan lodong lebih keras lagi.

Perang lodong yang menjadi pesta tahunan itu, kata Oon, menjadi sebuah tradisi secara turun temurun yang sudah dilakukan oleh orang tua terdahulu yang selalu digelar setelah hari raya Lebaran.

"Ini tradisi sejak dulu, warga sini mendukung kegiatan seperti ini. Lebih baik tidak beli baju lebaran daripada tidak perang lodong," jelasnya.

Warga lainnya dari Kampung Koleberes, Deri, mengatakan kerasnya suara yang ditimbulkan dari lodong karbit itu diperkirakan bisa mencapai radius 5 km.

Kerasnya suara lodong itu, kata Deri, mampu mengundang warga kampung lainnya, bahkan warga dari Kota Tasikmalaya berdatangan ingin menyaksikan secara langsung perang lodong.

Banyaknya dukungan dari pihak lain, Deri mengaku menjadi sebuah kebanggaan karena dapat menghibur warga dengan dilaksanakannya tradisi perang lodong.

Memeriahkan perang lodong tersebut, Deri menjelaskan, warga di kampungnya mampu mengumpulkan uang hingga jutaan untuk memasang 25
lodong berikut bahan bakarnya karbit menyediakan sebanyak 5 kuintal.

"Biayanya lumayan sangat besar, tapi warga sini sangat puas apalagi kalau suara dentuman lodong terdengar sangat keras," katanya.

Sementara itu salah seorang pengunjung asal Kota Tasikmalaya, Pepen, sengaja datang hanya untuk melihat langsung dari dekat kegiatan tradisi perang lodong.

"Saat terdengar bunyi lodong memang sangat keras membuat jantung saya berdebar," kata Pepeng mengaku senang. ***5***


Feri P


Editor : Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026