ANTARAJAWABARAT.com, 23/8 - Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Barat Dede Yusuf menyatakan, secara keseluruhan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1432 Hijriah atau Lebaran 2011, Provinsi Jawa Barat dalam keadaan siap dan aman.
Usai memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Tingkat Provinsi Jawa Barat mengenai kesiapan Menghadapi Hari Raya Idul Fitri Tahun 2010, di Aula Barat Gedung Sate Jalan Diponegoro Nomor 22 Kota Bandung, Selasa, Wagub mengatakan, salah satu kesiapan Provinsi Jabar dalam menghadapi Lebaran 2011 ialah penertiban pasar tumpah di jalur mudik.
Pihaknya meminta kepada instansi terkait agar pasar tumpah ditertibkan minimal pada dua hari menjelang atau H-2 Lebaran tahun ini, yang mana operasionalnya itu diserahkan kepada kota/kabupaten yang menjadi lintasan jalur mudik.
"Untuk kepala daerah menjadi kendali operasional didaerah masing-masing. Penertiban pasar tumpah akan mengurangi titik kemacetan. Saya minta pada H-2 sampai H+3 sudah mulai dilakukan kebijakan penertiban pasar tumpah itu," kata Dede Yusuf.

Menyikapi permintaan Wagub Jabar tersebut, Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Putut Eko Bayuseno melalui Wakapolda Brigjen Pol Yovianes Mahar menegaskan, pada titik-titik pasar tumpah akan disiapkan personil dan menjalin kerja sama dengan tokoh masyarakat setempat.
"Kami fokuskan pada upaya pembersihan pasar tumpah. Jika ada kita gunakan rekayasa agar tidak ada kendaraan yang berhenti di sekitar pasar. Lalu kita tempatkan petugas setiap 15 meter. Ada juga serangan subuh, personel bersiaga sejak shubuh dan melarang berjualan yang memakan badan jalan," kata Yovianes.
Sementara itu, berdasarkan pemaparan Kepala Badan Ketahanan Pangan Daerah Provinsi Jawa Barat Diden Trisnadi dalam rakor tersebut diketahui bahwa aspek penyediaan pangan secara umum cukup dan aman untuk Hari Raya Idul Fitri 1432 H dan diperkirakan sampai akhir Desember 2011 juga aman.
"Ketersediaan beras di Jabar untuk memenuhi kebutuhan bulan Juli dan Agustus mencukupi, hal ini dilihat dari pengadaan dan penyaluran yang relatif stabil. Stok pada awal Juli 2011, sebesar 1.115.295 ton ditambah dari produksi bulan Juli dan Agustus sebesar 1.396.647 ton dan yang masuk ke Jabar 33.600 ton," ujar Diden.
Dikatakan Diden, untuk menjaga stablisasi harga menjelang Idul Fitri (H-7), perlu diintensifkan penyaluran beras raskin dan Operasi Pasar Murah.


-ajat-


Editor : Sapto HP

COPYRIGHT © ANTARA 2026