ANTARAJAWABARAT.com 15/6 - Institut Teknologi Bandung (ITB) menjadi tuan rumah penyelenggaraan Konferensi dua tahunan yang kelima Perhimpunan Perguruan Tinggi Farmasi se-Asia (Asian Association of Schools of Farmacy/AASP), pada 17-19 Juni 2011.

Ketua Panitia Pelaksana Konferensi dua tahunan yang kelima Perhimpunan Perguruan Tinggi Farmasi se-Asia Dr Tutus Gusnidar, Rabu, di Bandung, mengatakan rencananya Menteri Kesehatan RI Endang Rahayu Sedianingsih akan membukan konferensi tersebut, yang didampingi oleh Rektor ITB Prof Akhmaloka dan Presiden AASP Prof Ji-Wang Chern.

Tutus Gusnidar mengatakan, konferensi tersebut merupakan kali pertamanya dilaksanakan di Indonesia, di mana Sekolah Farmasi ITB ditunjuk jadi "host" merepresentasikan seluruh institusi pendididkan farmasi di Indonesia yang kini ada sekitar 66.

"Kesempatan yang penting dan langka ini dimanfaatkan untuk menjalin informasi ilmiah dan akademik diantara perguruan tinggi farmasi, yang akan diwujudkan dalam suatu the first Pharmacy Deans Forum in Asia, untuk membahas pendidikan farmasi di masa depan," ujarnya.

Menurutnya, sesuai dengan tema konferensi ini yakni "The Pharmacist as a Key Health Care Player: The Interplay of Education, Science and Practice", maka saat ini dunia pendidikan farmasi di Indonesia dituntut untuk semakin relevan untuk menyelesaikan permasalahan pembuatan dan penggunaan obat yang aman, berkhasiat, berkualitas serta bermanfaat bagi masyarakat.

Ia menambahkan, dalam sistem asuransi yang berjalan baik, maka para apoteker dan saintis farmasi berperan sebagai garda pertahanan masyarakat terhadap ancaman salah penggunaan dan penyalahgunaan obat dan bahan berbahaya.

Pihaknya berharap, dengan terpilihnya Indonesia sebagai tuan rumah konferensi ini maka bisa meningkatkan dan melahirkan sistem pendidikan dan riset farmasi yang unggul.***6**

Ajat S


Editor : Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026