Bandung, 19/5 (ANTARA) - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menyampaikan kebijakan "Pengembangan Sistem Transportasi Terpadu di Cekungan Bandung" dalam skema pembangunan Metropolitan Bandung Area/ Bandung Metropolitan Area (BMA) 2011-2025 dan kawasan metropolitan lainnya Bogor, Depok, Bekasi dan Cirebon kepada pemerintah pusat.

"Jika tidak aral melintang, menurut rencana, bahan tersebut akan juga dipaparkan secara langsung di hadapan Presiden Republik Indonesia Soesilo Bambang Yudhoyono dalam Rapat Kabinet pekan mendatang," ujar Ahmad Heryawan, usai menghadari Rapat Koordinasi (Rakor) Pembangunan Jalan di Kantor Menko Bidang Perekonomian Lapangan Banteng Jakarta, Kamis.

Rakor dipimpin Hatta Rajasa dan dihadiri sejumlah menteri kabinet terkait, Kepala Badan Pertanahan Nasioal, Kapolri, serta 5 Gubernur yakni Gubernur DKI Jakarta, Bali, Jatim, Sumut dan Sulsel.

Menurutnya, rakor yang baru saja dilaksanakan guna mempercepat penyelesaian sejumlah proyek pembangunan jalan, khususnya di 6 provinsi, yakni Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Timur, Bali, Sumatera Utara dan Sulawesi Selatan.

"Dan Jawa Barat sebagai provinsi dengan jumlah penduduk terbesar serta hamparan kawasan yang cukup luas sangat berkepentingan atas tersedianya infrastruktur jalan yang memadai," kata Heryawan.

Gubernur mengatakan, dalam rakor tersebut Pemprov Jawa Barat menyampaikan beberapa hal seperti permasalahan transportasi Metropolitan Bandung yang membutuhkan restrukturisasi manajemen dan sistem terpadu.

Selain itu, kata Heryawan, juga disampaikan pula konsep sistem dan pengembangan transportasi terpadu dan handal di BMA. Dan dipaparkan pula skenario penataan dan pengembangan transportasi angkutan umum berupa bis, kereta api dan pengendalian kendaraan pribadi.

"Akan ada re-aktivasi kereta api jalur di cekungan Bandung dan pengembangan cable-car untuk jalur Lembang-Bandung," kata Heryawan.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jawa Barat Denny Juanda Puradimaja menyatakan, dalam pengembangan sistem transportasi di Metro Bandung menggunakan pendekatan model "hybrid".

Model hybrid tersebut kata Denny ialah dengan cara mengembangkan transportasi kota inti Bandung-Cimahi, membangun transpotasi dengan sistem "ringroad"wilayah 1 dengan menghubungan jalur Lembang-Jatinangor, Tanjungsari-Rancaekek, Cicalengka-Banjaran, Pameungpeuk-Soreang, Ketapang-Padalarang-Ngamprah-Lembang. Sedangan untuk wilayah 2 meliputi seperti Majalaya-Ciparay-Banjaran, Pameungpeuk-Pangalengan-Ciwidey-Cililin-Cipendeuy di Kabupaten Bandung Barat. ***4***

Ajat S


Editor : Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026