Garut, 9/5 (ANTARA) - Petani di Kabupaten Garut bagian Selatan, Jawa Barat, rugi hingga ratusan juta rupiah akibat gagal panen setelah lahan padi mereka diterjang banjir bandang dan longsor, Jumat (6/5) malam.

Salah seorang petani Eji (58) di Kampung Cibarani, Desa Paas, Kecamatan Pameungpeuk, Senin, mengaku sawah yang dimilikinya serta sawah milik petani lain mencapai satu hektare lebih rusak diterjang banjir bandang.

Areal persawahan yang berada dekat sekitar arus Sungai Cikaso, kata Eji pada peristiwa datangnya banjir Jumat malam hari tanaman padi yang menjelang 20 hari panen itu langsung roboh berantakan.

Musibah banjir yang melanda tanaman padinya itu, Eji mengaku mengalami kerugian diperkirakan hingga ratusan juta rupiah, terhitung dana yang sudah dikeluarkan sejak penanaman dan keuntungan hasil panen.

"Ini 20 hari lagi mau panen tapi rusak akibat banjir, jadinya gagal panen. Ini musibah, ya pasrah saja," kata Eji di areal pertanian padinya.

Petani lain di Kampung Leuwinanggung, Desa Paas, Rosasih (68) meyatakan sama mengalami kerugian materi karena tanaman padi yang akan panen rusak diterjang banjir.

"Sawah saya juga sama rusak sama banjir, tapi ada sebagian yang tidak rusak dan masih bisa panen," kata Rosasih.

Sementara itu di daerah lain, Desa Karangsari, Kecamatan Pakenjeng, atau sekitar 80 km dari Kecamatan Pameungpeuk mengalami gagal panen karena tanaman padi rusak diterjang banjir bandang.

Salah seorang petugas Desa Karangsari, Suparman (50) mengatakan berdasarkan laporan warga ada sekitar 30 hektare sawah rusak terendam banjir dan gagal panen.

Tanaman padi yang siap panen satu pekan kedepan, kata dia batang padi serta buahnya sudah tidak layak panen, sehingga kerugian diperkirakan mencapai Rp800 jutaan.

"Seminggu lagi mau panen, ada juga yang baru tanam semua rusak sama banjir luapan sungai Cimari," kata Suparman.

Sementara itu berdasarkan data dari Posko BPBD di Kecamatan Pameungpeuk, dari enam kecamatan dilanda banjir tercatat lahan pertanian mengalami kerusakan seluas 882 hektare.

Selain merusak areal lahan pertanian tercatat banjir bandang dan longsor melanda enam kecamatan itu menewaskan 10 orang, satu diantarnaya tanpa identitas, kemudian warga hilang tiga orang.

Kerusakan rumah akibat banjir dan longsor tercatat rumah rusak berat 118 rumah, rusak sedang 118, rusak ringan 1775, sarana umum yang rusak 43 jembatan, lima bangunan sekolah, 35 tempat ibadah masjid, 16 irigasi dan tiga kantor pemerintahan tersebar dibeberapa titik dimasing-masing kecamatan.


Editor : Sapto HP

COPYRIGHT © ANTARA 2026