Padamnya aliran listrik sejak sore hingga malam menjelang, merata di wilayah Cianjur kota, Kecamatan Warung, Kondang, Cipanas, Cugenang, tanpa adanya penjelasan dari pihak PLN UPJ Cianjur.
"Sudah hampir enam jam lampu mati, akibatnya usaha kami yang mengandalkan aliran listrik, tidak berjalan. Sebelumnya tidak ada pemberitahuan, kerugian mencapai Rp2 juta," kata Erik F pemilik warnet di Kecamatan Warung Kondang.
Hal senada terucap pula dari puluhan pemilik warnet di Kecamatan Cianjur kota dan Cipanas, dimana akibat padamnya aliran listrik, mereka terpaksa menutup usahanya.
Sehingga diperkirakan para penjual jasa tersebut, mereka mengalami kerugian hingga belasan juta rupiah akibat padamnya listrik yang sebelumnya tidak ada pemberitahuan dan berlangsung hingga 5 jam lamanya.
"Selama ini kalau pelangan listrik menunggak tidak bisa hanya minta maaf. Tapi kalau PLN yang berbuat salah seperti sekarang ini, hanya cukup minta maaf pada pelangan dengan alasan kerusakan teknis atau faktor alam," ucap Deni (38) warga Perumahan Joglo, Cianjur.
Sementara itu, hal yang sama dikeluhkan pengusaha photocopy, akibat seringnya padam listrik secara mendadak dan lama, membuat orderan mereka terbengkalai.
Lebih parahnya, ungkap mereka, mesin photocopy yang berniali puluhan juta tersebut, cepat rusak akibat pasokan listrik yang tidak normal. Sehingga mereka terpaksa mengalami rugi dua kali.
"Sudah jatuh tertimpa tangga, mungkin itu kata yang tepat untuk kami. Setiap kami mengeluh ke PLN, jawabnya demi pelayanan prima untuk pelanggan. Tapi buktiknya kami lebih banyak merugi," ungkap Hendri pengusaha photocopy di Kecamatan Cipanas.***5***
(U.KR-FKR/C/Y003/Y003)
Editor : Sapto HP
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.