Pelatih Persib, Daniel Roekito secara khusus mempersiapkan pemainnya untuk tampil lebih 'garang' sekaligus memasang target meraih kemenangan pada pertandingan itu.
"Hasil kurang bagus di Malang merupakan bahan evaluasi, dan kini saatnya meraih poin di Bandung lawan Bontang FC. Motivasi mereka perlu di antisipasi," kata Daniel Roekito di Bandung, Rabu.
Meski bertanding di kandang sendiri, namun tidak berarti membuat pertandingan jadi ringan. Ia mencotohkan beberapa pertandingan di kandang yang harus dengan susah payah diselamatkan dari hasib buruk.
Untuk meningkatkan performance dan produktifitas gol timnya, pelatih asal Rembang tersebut secara khusus melatih empat strikernya untuk turun dalam satu pertandingan.
Pelatih berkarakter tersebut mengisyaratkan untuk menurunkan empat strikernya dalam pertandingan melawan Bontang FC untuk memberikan tekanan sejak menit awal terhadap tim asal Kaltim itu.
Dalam sesi latigan game, Daniel Roekito memasang Christian Gonzales, Airlangga, Hilton dan Matsunaga Shohei dalam satu tim. Selain itu Daniel juga mengembalikan pola permainan ke 4-4-2 untuk menambah kekuatan di lini belakang.
"Sebagai tuan rumah jelas Persib akan turun menyerang, pola kita sesuaikan dengan kondisi di lapangan. Kami mengingatkan pemain untuk fokus dan konsentrasi terutama pada menit-menit kritis," katanya.
Peringatan kepada lini belakang tim Persib itu secara khusus dilakukan oleh pelatih berkumis tebal itu karena dalam beberapa pertandingan Persib gagal mengamankan keunggulan.
Terakhir, Persib gagal menuai kemenangan lawan Persipura yang berakhir 2-2 melalui pertandingan cukup ketat.
Namun persiapan tim "Maung Bandung' melawan Bontang FC terkendala. Selain harus kehilangan gelandang bertahan Hariono yang terkena akumulasi dua kartu kuning, sejumlah pemain Persib juga bermasalah dengan kebugarannya.
Permainan keras lawan Arema, membuat sejumlah pemain Persib cedera antara lain Abanda Herman, Nova Aryanto. Sebelumnya Atep, Eka Ramdani dan Markus Horison juga cedera sehingga absen di Malang.
"Perkembangan terakhir dari dokter tim, Abanda dan Nova sudah membaik. Begitu juga Eka dan Atep. Tapi kita lihat perkembangan terakhir mereka," kata Daniel.
Dipihak lain , Daniel berharap lini depannya kembali tajam. Ia mengakui presure ketat pemain lawan yang kerap dilakukan terhadap Gonzales dan Matsunaga menjadi kendala bagi keduannya, namun ia tidak kuatir karena memiliki 'peluru rahasia' untuk mencetak gol.
"Beberapa pemain disiapkan untuk bisa membobol gawang dari bola-bola mati, Miljan dan Matsunaga disiapkan untuk itu. Siapapun bisa manfaatkan peluang untuk gol tapi tetap disiplin," kata Daniel menambahkan. ***6***
(U.S033/B/Y003/Y003)
Editor : Sapto HP
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.