Bandung, 29/3 (ANTARA) - Pengadaan beras Bulog Jawa Barat hingga minggu ketiga Maret 2011 mencapai 12.000 ton.

"Secara umum pengadaan beras saat ini sama dengan periode Maret 2010. Pengadaan di Jabar saat ini mencapai 12.000 ton," kata Kepala Bulog Divre Jabar, Nasrun Armani di Bandung, Selasa.

Sedangkan kontrak pengadaan beras yang dilakukan melalui mitra Bulog maupun Satgas di lapangan telah mencapai 18.367 ton yang tersebar di sejumlah daerah di Jabar.

Penyerapan dan pengadaan beras Bulog dilakukan di tujuh Sub Divre Dolog yakni di Bandung, Cianjur, Karawang, Subang, Indramayu, Cirebon dan Sub Divre Ciamis.

Pengadaan tertinggi saat ini dicatat Sub Divre Ciamis yakni mencapai 5.422 ton disusul Cirebon 2.127 ton.

Sedangkan target pengadaan Bulog Jabar pada 2011 sebanyak 600.000 ton, atau merupakan prognosa tertinggi dari Bulog Jabar selama ini. Pengadaan tertinggi Jabar pada 2009 yakni mencapai 600.000 ton. Sedangkan pada 2010 turun menjadi sekitar 470.000-an ton.

"Anomali cuaca sangat berpengaruh terhadap produk beras dan tentunya pada penyerapan Bulog, termasuk juga harga di pasaran punya pengaruh besar," kata Nasrun.

Namun demikian, ia berharap dengan adanya kebijakan Perum Bulog menaikan harga beli beras di tujuh provinsi termasuk Jabar sebesar Rp200 per kilogram bisa menggenjot pembelian beras oleh BUMN logistik itu.

Sebelumnya pembelian beras Bulog hanya Rp5.060 per kilogram jauh di bawah harga pasaran Rp5.300 - Rp5.350 per kilogram. Dengan tambahan itu maka pembelian bulog sejak 23 Maret 2011 menjadi Rp2.260 per kilogram.

Kebijakan kenaikan harga beli beras itu berlaku di Divre Bulog DKI Jakarta, Jabar, Jateng, Yogyakarta, Jatim, Bali dan NTB.

"Dengan penambahan harga belu beras diharapkan Bulob bisa memanfaatkan moment panen raya pada April 2011 yang tidak terlalu panjang," kata Kepala Bulog Jawa Barat itu menambahkan.
Syarif A


Editor : Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026