"Jemaah Ahmadiyah yang belum bersedia diajak shalat Jumat bersama itu antara lain di Kuningan dan Majalengka, Mereka bersedia shalat Jumat bersama dengan syarat khotib dan imam harus dari Jemaah Amadiyah," katanya kepada wartawan di Cirebon, Kamis.
Beradasarkan data di wilayah Korem Sunan Gunung Jati jumlah Jemaah Ahmadiyah di Kabupaten Kuningan sebanyak 3.026 orang, Kabupaten Majalengka 212 orang, Kabupaten Cirebon 98 orang, Kota Cirebon 114 orang, Kabupaten Indramayu 44 orang, Subang 66 orang, Karawang 224 orang dan Purwakarta 112 orang.
"Mereka sudah kita ajak dengan 'gelar sajadah,' yakni shalat bersama-sama di masjid, tetapi tampaknya mereka masih menolak," katanya didampingi delapan Dandim dari Karawang sampai Kabupaten Cirebon.
"Indikasi mereka menolak untuk diajak shalat bersama yakni ketika mereka minta agar dalam shalat Jumat tersebut khotib dan Imam dari Ahmadiyah, bukan dari Majelis Ulama Indonesia atau dari TNI, melainkan harus dari Jemaah Ahmadiyah," katanya.
Karena itu, kemungkinan "gelar Sajadah" pada Jumat besok (18/3) belum dihadiri jemaah Ahmadiyah, mengingat umat muslim tidak akan menerima kalau yang jadi imam dan khotib dari kelompok Ahmadiyah, katanya.
Danrem bahkan menawarkan agar yang menjadi khotib dan imam adalah mantan Ahmadiyah, namun mereka tetap tidak bersedia.
"Gelar sejadah" tersebut antara lain akan dilaksanakan di Kuningan dan Majalengka, tetapi kemungkinan tidak dihadiri oleh jemaah Ahmadiyah, kecuali yang sudah terang-terangan menyatakan diri masuk Islam, katanya.
Menurut dia, "gelar Sajadah" bukan operasi, mengingat yang dinamakan operasi itu ada unsur dana, personel, waktu, sasaran dan komando, sedangkan gelar sajadah tidak ada unsur-unsur tersebut.
Dikatakannya, menjadi tugas TNI untuk mejaga keamanan agar tidak terganggu oleh keadaan dimana Ahmadiyah yang belum menaati Peraturan Gubernur Jabar disatu pihak dan massa ormas Islam dipihak lain.
"TNI sebenarnya dalam posisi menjaga agar tidak terjadi bentrokan antara Jemaah Ahmadiyah dan umat Muslim. Karena itu, diminta atau tidak diminta oleh Polri, jika akan terjadi bentrokan TNI sudah siap," katanya.
Kerena itu, setiap Kodim harus siaga di wilayah masing-masing, katanya.
Selain melakukan pendekatan dengan Jemaah Ahmadiyah, TNI juga minta kepada umat Islam tidak anarkhis. " Mari kita jaga keutuhan NKRI dengan persatuan dan kesatuan semua elemen bangsa," katanya.
Yasad A
Editor : Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.