Banjar, 28/1 (ANTARA) - Dua korban kecelakaan tabrakan Kereta Api Mutiara Selatan dengan Kutojaya yang dirawat di RSUD Kota Banjar, dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung karena mengalami patah tulang.

"Dua korban kami rujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) karena memang butuh pertolongan yang lebih cepat," kata Ketua Tim Ortopedi atau bedah tulang dari RSHS Bandung, dr Guna, di RSUD Kota Banjar, Jumat malam.

Dua pasien yang dirujuk itu yakni Muji (24) warga Kroya, Jawa Tengah (Jateng), karena mengalami patah tulang di pinggul, dan Heri (39) warga Krowokele, Cilacap, Jateng, yang mengalami patah tulang di bagian paha.

Mereka dirujuk ke RSHS Bandung, kata Guna karena di RSUD Kota Banjar tidak memiliki alat medis lengkap dan memadai untuk menangani dua pasien tersebut.

Sementara itu, 11 pasien lainnya yang harus menjalanii bedah tulang, menurut dia sebagian sudah dioperasi, dan bisa teratasi oleh tim medis dari RSUD Banjar, dibantu RSHS Bandung dengan alat yang tersedia di RSUD Banjar.

Ia mengatakan dua pasien Jumat siang sudah selesai ditangani operasi bedah tulang dan kini sedang perawatan di ruang rawat lebih lanjut, Selama menjalani proses operasi tidak menghadapi kendala.

"TIdak ada kendala, lima pasien dari siang sampai malam ini sudah dilakukan operasi," kata Guna, menambahkan sisa pasien yang harus dioperasi akan dilanjutkan besok, Sabtu (29/1) pagi.

Sementara itu pasien yang dirawat di RSUD Kota Banjar, kata Guna sebagian besar mengalami patah tulang dan beberapa pasien harus diamputasi jari kaki serta mengalami luka-luka.

"Pasien ada yang harus diputus jari kakinya, alhamdulilah tidak ada yang diamputasi kaki ataupun tangan," katanya.

Sementara itu korban tabrakan KA yang masih dirawat di RSUD Kota Banjar sebanyak 20 orang yang kondisinya menunggu operasi dan menjalani perawatan karena mengalami luka-luka.

Korban yang dirawat yakni Tolib (49) warga Purwerojo,
Saefuloh (26) warga Bandung, Sarmini (35) warga Bandung, Suwiati (52) warga Kebumen, Marsih (23) warga Banyumas, Sri Lestari (31) warga Bandung.

Nani Kurniawati (25) warga Bolosan, Jateng, Sugito (24) warga Bandung, Hindun (28) warga Maoslor, Poniman (37) warga Pasirkaliki, Bandung, Yayang (47) warga Maos, Indra (20) warga Palembang.

Selanjutnya pasien Sutrisno (38) warga Bandung, Ujang Hendri (38) warga Bandung, Yuni Setianingsih (29) warga Gombong, Dumaeri (57) warga Purweorejo, Sain (28) warga Cilacap, Ponijan (58) warga Bandung, Ahmad Tusiman (42) warga Kebumen, Saryono (42) warga Purworejo.

Mereka yang dirawat merupakan penumpang dari KA Kutojaya, yang diberangkatkan dari stasiun Kiaracondong, Bandung, menuju Jawa Tengah, berada digerbong pertama setelah lokomotif.

Feri P


Editor : Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026