"Kalau saya mendukung pernyataan Farhan, bahwa kalau Persib mau pindah ke LPI atau tetap di LSI harus melihat dan memperhatikan juga aspek untung-ruginya," kata Dada Rosada, di Bandung, Kamis.
Ditemui usai menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Pembangunan Jalan Tol Cisumdawu, Saroja dan Bandung Intra Urban Road, di Gedung Sate Bandung, Dada menyatakan, akan selalu mendukung pilihan terbaik yang diputuskan oleh PT PBB tentang nasib Persib Bandung.
"Sebagai wali kota dan pengurus cabang PSSI, saya mendukung (rencana kepindahan Persib ke LPI) mana yang menguntung. Kalau nanti LPI menguntungkan ya pindah ke LPI, tapi kalau di LSI tetap menguntungkan ya tetap saja di LSI," ujarnya.
Dada mengatakan, keputusan mengenai rencana pindahnya Persib Bandung dari LSI ke LPI tidak bisa diputuskan sepihak.
"Kita kan tidak bisa putuskan sendiri, apalagi sekarang Persib sudah kepunyaan PT PBB, tapi bagaimana nanti kita diajak atau tidak kan itu terserah PT PBB," ujarnya.
Sementara itu, Manajer Persib Bandung H Umuh Muhtar, menyatakan Persib Bandung masih ragu untuk secepatnya menyeberang ke Liga Primer Indonesia (LPI), hingga Kamis manajemen tim "Maung Bandung" itu belum menyampaikan keputusannya tetap di LSI atau pindah ke LPI.
"Manajemen akan membahasnya terlebih dahulu dengan kosorsium, termasuk juga dengan tokoh masyarakat Bandung dan Jawa Barat. Mudah-mudahan ada masukan untuk menetapkan pilihan," kata H Umuh Muhtar.
Pria yang juga Direktur Utama PT Persib Bandung Bermartabat itu secara khusus menggelar jumpa pers terkait sikap Persib menyusul wacana pindah ke Liga Primer Indonesia. Namun ia menyebutkan baru akan melakukan pembicaraan dengan konsorsium pada Jumat (28/1).
Menurut Umuh, pihaknya tidak bisa mengambil keputusan sendiri karena masih ada atasan dan pihak lain yang berkepentingan dengan kiprah Persib Bandung. Ia menyebutkan Persib bukan milik orang perorang namun milik warga Bandung dan umumnya masyarakat Jabar.
Di lain pihak, ia sebagai orang nomor satu di manajemen Persib Bandung tidak akan berjalan sendirian memutuskan ke LPI tanpa ada persetujuan dan pertimbangan dari Konsorsium PT Persib Bandung Bermartabat.
"Persib punya kultur tersendiri, segala keputusan harus dibicarakan dulu dengan konsorsium dan juga dikomunikasikan dengan tokoh masyarakat," kata Umuh Muhtar.
Ajat S
Editor : Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.