Tuntutan massa tersebut diutarakan warga saat hendak menggelar aksi unjuk rasa, di Saung Budaya yang terletak dekat dengan kampus IPDN di Jalan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Minggu sore.
Selain menuntut agar lengser dari jabatannya, massa juga meminta agar Nyoman Sumaryadi memohon maaf secara terbuka di media massa elektronik dan cetak secara berturut-turut selama tujuh hari.
Massa membawa beberapa spanduk bertuliskan desakan agar Rektor IPDN meminta maaf kepada seluruh masyarakat sunda.
Bahkan, massa juga menggelar ritual membakar kemenyan sebagai bentuk kebangkitan masyarakat sunda.
Namun aksi massa berhasil dicegah setelah Kapolres Sumedang turun langsung ke lapangan.
Kapolres Sumedang AKBP Nasrullah memberikan pengarahan kepada massa.
"Saya tidak bisa melarang teman-teman untuk berdemo, akan tetapi kalau sesuatu bisa difasilitasi oleh orang tua mengapa harus seperti ini (melakukan demo)," ujar AKBP Nurullah.
Ia menyatakan, pada Jumat (12/1) lalu telah dilakukan pertemuan antara perwakilan warga, tingkat kecamatan dan Rektor IPDN.
"Kita sepakat untuk memfasilitasi adanya pertemuan kembali, karena pada hari Rabu ada pertemuan tingkat kecamatan," katanya.
Menurutnya, pada malam ini atau sekitar pukul 19.00 WIB akan diadakan pertemuan kembali antara warga dengan pihak kampus IPDN.
Ajat S
Editor : Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.