Bandung, 11/1 (ANTARA) - Pengusaha ritel di Jawa Barat optimistis omzet dan usaha sektor tersebut akan tumbuh 10-15 persen pada 2011.

"Peluang pertumbuhan sektor ritel masih cukup terbuka pada 2011, kisarannya antara 10-15 persen," kata Sekretaris Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Jawa Barat Hendri Hendarta di Bandung, Selasa.

Ia mengakui, pada 2010 ada penurunan omzet berkisar antara 9-14 persen, padahal pada 2009 pertumbuhan industri ritel cukup signifikan di atas 20 persen.

Penurunan pertumbuhan pada 2010, kata Hendri, tidak lepas dari adanya penurunan daya beli masyarakat serta adanya kenaikan harga sejumlah komoditi dan barang.

Kenaikan harga yang cukup signifikan di sektor komoditi agrobisnis dan pertanian. Hal itu tidak lepas dari faktor perubahan iklim dan cuaca ekstrem di sejumlah sentra pertanian dan agrobisnis.

"Perubahan iklim sangat berpengaruh terhadap produktivitas dan juga kualitas. Akibatnya terjadi penurunan stok yang berimbas naiknya harga jual," kata Hendri.

Ia menyebutkan, secara umum pasukan komoditi pertanian ke pasar ritel di Jabar tidak hanya dari wilayah Jabar juga dari sejumlah wilayah lainnya di Jateng dan Jatim.

Sementara itu perkembangan harga barang lainnya, terutama komoditi yang dihasilkan industri atau pabrikan harganya relatif stabil sepanjang tahun 2010 dan stoknya cukup aman.

Terkait pertumbuhan omzet ritel pada 2011 yang ditargetkan tidak lebih dari 15 persen, kata Hendri, sangat wajar karena penurunan pertumbuhan pada 2010 sangat signifikan.

"Semuanya tergantung kemampuan daya beli masyarakat serta perkembangan harga. Namun untuk bahan makanan pokok trennya masih akan terus naik hingga dua bulan pertama 2011," katanya.

Fenomena itu, kata dia, biasa terjadi pada awal tahun. Sama halnya dengan peningkatan harga beras di pasaran pada setiap awal tahun.

"Harga biasanya mulai stabil memasuki pertengahan bulan kedua. Yang cukup rentan pergeseran harga adalah komoditas pertanian dan agrobisnis," kata Sekum Aprindo Jabar itu menambahkan.

Syarif A


Editor : Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026