Puluhan peserta baik dari perseorangan maupun kelompok dari berbagai sanggar di Kota Cimahi, siap unjuk kebolehan, kata Ketua Dewan kesenian Cimahi (DKC) Dede Syarif saat dihubungi wartawan, Selasa.
Menurutnya, "Cimahi Mencari Bakat" sengaja digelar guna mencari potensi bakat yang ada di Kota Cimahi.
"Sampai saat ini lebih dari 30 peserta telah mendaftarkan diri, kebanyakan peserta dari kalangan usia anak-anak dan usia remaja. Kita harapkan mereka bisa menunjukkan bakat terpendamnya. Dengan begitu, kita akan lebih mudah dalam melakukan pembinaannya," ujar.
Dikatakan dia, pihaknya lewat acara itu dimaksudkan untuk menghimpun berbagai potensi warga Cimahi dari baik yang bersifat tradisional dan modern. Ia melanjutkan, kegiatan akan menampilkan atraksi kreativitas dari berbagai talenta. Bagi sang juara akan memperoleh hadiah utama berupa uang tunai senilai Rp 10 juta. Dan pemenang tiga besar akan mendapatkan pembinaan.
"Kegiatan dilaksanakan satu hari saja, dengan juri yang dihadirkan di antaranya dari DKC sendiri dan STSI Bandung. Kami mencari bakat keaslian yang khas yang dimiliki seseorang dan benar-benar bisa dikembangkan," paparnya.
Sementara itu, komedian yang tengah naik daun, Entis Sutisna alias Sule berharap agar Pemkot Cimahi bisa memberdayakan potensi para seniman asal Kota Cimahi. Pasalnya, potensi yang dimiliki para seniman Cimahi dan Jawa Barat sangatlah luar biasa.
"Saat ini banyak seniman asal Cimahi yang menghiasi panggung hiburan nasional. Ini membuktikan bahwa warga Cimahi, Bandung dan Jawa Barat pada umumnya memiliki talenta yang patut diapresiasikan. Hanya saja, kurang perhatian dari Pemkot Cimahi. Makanya, dewan kesenian harus mampu kembangkan prestasi para seniman," kata Sule saat dihubungi wartawan, Selasa.
Menurutnya, minimnya perhatian Pemkot Cimahi bisa terlihat dari belum adanya Gedung Kesenian sebagai ruang ekspresi para seniman. Selain itu, nyaris tidak ada kegiatan yang bisa diajadikan media bagi seniman untuk menunjukkan keahlian yang dimilikinya.
"Jangan sampai seniman itu merasa berjuang dan berjalan sendiri. Padahal, akan terasa asing rasanya jika suatu daerah tidak memiliki seniman atau tidak diramaikan oleh para seniman," paparnya.***4***
Editor : Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.