Pasalnya, sebagus apapun konsep yang dimiliki Pemkot Cimahi akan kandas jika legislatifnya sendiri tidak memahaminya.
"Makanya, dalam diskusi untuk mencari solusi dari permasalahan sanitasi lingkungan Kota Cimahi juga harus bisa menghasilkan rumusan yang bisa meyakinkan DPRD Kota Cimahi," kata Itoc pada saat membuka Bimbingan Teknis Sanitasi di Aula Pertemuan Pandiga Kota Cimahi, Jabar, Selasa.
Ia mengatakan , berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada tahun 1984 di Waduk Saguling diketahui jika Cimahi merupakan daerah terbanyak menghasilkan bakteri e-coli.
Itu karena banyak warga masyarakat yang membuang tinja secara langsung ke sungai. Hal itu diperparah dengan pembuangan limbah pabrik secara sembarangan oleh banyak industri yang ada di Cimahi.
"Akibatnya, polusi yang ada di Waduk Saguling itu semakin parah. Salah satu hal yang mendasari hal ini adalah karena kegagalan kita dalam mengkomunikasikan tentang IMB (Izin Mendirikan Bangunan). Padahal, masalah sanitasi ini menjadi salah satu yang harus dipenuhi dalam IMB," ujarnya.
Menurut Itoc, saat ini jumlah bangunan yang tak ber-IMB jumlahnya mencapai 80 persen dari seluruh bangunan yang ada di Cimahi.
Ditegaskannya, hal itu bisa terjadi karena lemahnya penegakan hukum untuk warga yang tidak memiliki IMB. Sedangkan untuk mengatasi buruknya sanitasi lingkungan di Cimahi, Itoc mengatakan pihaknya masih mengandalkan penggunaan "septic tank" komunal.
"Kita bersyukur sekali karena mendapatkan bantuan berupa masterplan dari Ausaid. Mengatasi masalah sanitasi ini kita tidak bisa sekaligus dalam mewjudukannya. Karena biaya yang dibutuhkannya pun sangat tinggi. Saat ini di Cimahi setidaknya sudah ada lima 'septic tank' komunal dan akan diupayakan untuk terus ditambah," ujarnya.
Buruknya sanitasi lingkungan Cimahi pada umumnya dilakukan oleh warga yang tinggal di permukiman kumuh. Dalam jangka waktu lima tahun, sambung Itoc, pihaknya berharap agar penataan kawasan kumuh berikut buruknya sanitasi lingkungan akan bisa diselesaikan.
Sementara itu, Ross Kearton dari Sinclair Knight Merz menambahkan, jika bantuan masterplan yang dilakukan Ausaid untuk Kota Cimahi itu karena Pemkot Cimahi dianggap mempunyai kepedulian tinggi terhadap perbaikan sanitasi lingkungan.
Cimahi menjadi bagian dari delapan kota di Indonesia yang terpilih untuk mendapatkan bantuan masterplan sanitasi lingkungan. ***1***
Editor : Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026