Bahkan dalam kurun waktu satu pekan terakhir, puluhan laporan kehilangan meteran air di beberapa wilayah di Cianjur, diterima PDAM Cianjur, kata Kepala Bagian Umum PDAM Tirta Mukti, Budi Karyawan, Kamis.
Dia mengatakan, pihaknya dalam setahun terakhir kerap menerima pengaduan pelanggan yang mengaku meteran airnya telah dicuri.
"Kami pun telah melaporkan hal tersebut ke pihak berwajib. Bahkan beberapa hari lalu, dua orang pelaku pencuri 'water meter' berhasil ditangkap di wilayah Panembong, Cianjur," katanya.
Dia menambahkan, selama ini diduga pencuri tersebut berkomplot dalam melakukan aksinya dan terbagi di beberapa wilayah. Sedangkan "water meter" yang dicuri, diambil logam kuningannya untuk di jual ke penadah.
Dalam kesempatan itu, dia mengimbau, pelanggan air PDAM Cianjur, senantiasa waspada dan menjaga keberadaan "water meter" tersebut. Salah satunya dengan cara menembok setengah badan dari "water meter" agar terhindar dari tindakan pencurian.
"Kami menghimbau pelangan agar mengamankan 'water meter' dengan cara menembok setengah bagian, atau memberi pengaman lain dengan cara di pasangi gembok," ucapnya.
Sementara itu, akibat aksi tersebut, pihaknya mengaku mengalami kerugian karena petugas pencatat meteran air tidak bisa merekap penggunaan air secara benar karena water meternya tidak ada.
"Yang sangat dirugikan adalah pelangan karena kami tidak memberikan pengantian secara gratis, namun pelangan harus mengeluarkan biaya untuk pemasangan baru," tandasnya.***3***
Fikri
Editor : Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026