"Hewan kurban yang ada di Kota Cimahi dipastikan aman untuk disembelih," kata Kepala Bidang Pertanian Dinas Koperasi, Perindustrian, Perdagangan dan Pertanian Cimahi Suyoto, di Cimahi, Senin.
Menurut Suyoto, sejak 10 hari menjelang Idul Adha dinas tersebut melakukan pemeriksaan terhadap seluruh hewan kurban, baik yang merupakan asal kota itu maupun yang didatangkan dari luar.
Di kota itu setidaknya terdapat 80 tempat penjualan hewan kurban.
Menurut dia, sapi yang dijajakan di kota itu biasanya berasal dari Madiun, sedangkan domba dari Garut, Tasik, dan Kabupaten Bandung.
Cimahi menurunkan lima petugas untuk memeriksa 421 sapi dan 4.349 domba.
"Berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan yang kita lakukan. Ternyata diketahui, penyakit yang ada hewan itu di antaranya penyakit mata, kembung, dan cacingan. Penyakit itu tidak membahayakan," paparnya.
Dia mengatakan, masyarakat diminta waspada terhadap hewan yang berasal dari Kabupaten Subang, Purwakarta, dan Bogor, karena ketiga daerah itu merupakan endemis antraks.
"Jika kita temukan hewan kurban yang berpenyakit antraks langsung kita musnahkan tanpa ampun lagi.
Suyoto menjelaskan, upaya yang dilakukan Pemkot Cimahi itu berdasarkan kebijakan Pemkot dan aturan kesehatan hewan. Alasannya, kesehatan hewan setiap saat dapat mengalami perubahan. "Penyakit dapat menyerang kapan saja," ujarnya.
Selain itu, kata dia, di Kota Cimahi terdapat tujuh akses ke luar masuk distribusi hewan kurban sehingga diperlukan pendataan yang betul-betul akurat, termasuk pendataan mengenai penyebaran tempat berjualan hewan kurban tersebut.
Dina memberikan sertifikat pernyataan dan kalung sehat untuk setiap hewan yang sudah diperiksa.***3***
Editor : Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.