Cianjur, 11/11(ANTARA) - Perkebunan Teh Ciseureh, milik pengusaha nasional Probosutedjo di Desa Batulawang, Kecamatan Cipanas, Cianjur, Jabar, menjadi pilot projek penanaman sejuta pohon penyanga di kawasan Puncak Lestari.

Administratur perkebunan bekerjasama dengan Komunitas Pohon Indonesia (KPI) menanam dua juta pohon berbagai jenis di atas areal perkebunan seluas 21 hektar sebagai tahap awal, kata Dadi Ardiwinata Ketua Umum KPI Pusat, Kamis.

Penanaman pohon tersebut dilakukan secara seremonial dihadiri berbagai pihak. selain dari KPI dan perkebunan, acara itu juga dihadiri unsur muspika setempat.

"Probosutedjo sebagai pemilik lahan HGU ini awalnya akan hadir, namun mendadak beliau ada kepentingan yang tidka bisa diwakilkan," katanya.

Dia menjelaskan, pihaknya hanya bertindak sebagai "supporting system" terhadap acara yang digagas pemilik dan pihak administratur Perkebunan Ciseureuh.

Sedangkan penanaman jutaan pohon tersebut akan berlangsung selama 5 bulan kedepan, tepatnya akan tuntas Maret 2011.

Dia menuturkan, jenis pohon yang ditanamnya di areal tersebut, di antaranya Jati sebanyak 27 ribu batang, 10 ribu pohon Akasia Mangium, 8 ribu pohon Maesopsi, dan 100 ribu pohon silver oak dan Gamelina.

"Intinya lahan HGU yang sempat terlantar selama beberapa tahun ini akan ditanami pohon teh baru. Sementara pohon tegakan yang turut ditanam berfungsi sebagai penyangga di areal dengan kemiringan yang tajam," ucapnya.

Selama ini, kata ketua bertubuh tingi besar itu, pihaknya konsens terhadap lingkungan hidup, terutama kawasan konservasi. Kawasan Puncak-Cipanas, merupakan daerah konservasi untuk Jabodetabek.

"Untuk itu kami akan melakukan hal yang sama di beberapa lokasi di Puncak-Cipanas karena banjir yang terjadi akhir-akhir ini di Jakarta akibat lahan di kawasan Puncak banyak beralaih fungsi," tandasnya.

KPI akan melakukan penanaman, pemeliharaan dan pemanfaatan pohon yang tidak berorientasi pada nilai kayunya semata, namun juga sumbangsihnya terhadap pengadaan oksigen, penyerapan CO2 dan penyimpanan cadangan air.
Sementara itu, Administratur Perkebunan Ciseureuh, Icup Supriadi, mengungkapkan, pihaknya menyambut baik keinginan KPI melalui pemilik perkebunan untuk melakukan penanaman pohon penyanga di areal perkebunan tersebut.

"Rencana ini memang sudah sejak lama kami agenda bersama KPI, namun baru sekarang bisa terwujud. Kami bisa melakukan reboisasi kembali di atas lahan yang sempat terlantar ini," katanya.

Dia menjelaskan, Perkebunan Ciseurueh, memiliki luas 1020 hektare, sedangkan untuk tahap awal baru 240 hektar yang akan dilakukan penanaman.

"Harapan kami ke depan perkebunan ini dapat kembali menjadi lahan untuk masyarakat mencari kehidupan. Selama ini yang bekerja di perkebunan adalah masyarakat sekitar," jelasnya. ***4***

Fikri


Editor : Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026