Tasikmalaya, 10/11 (ANTARA) - Seribuan masyarakat melakukan aksi di kantor DPRD, Wali Kota dan Markas Polresta Tasikmalaya, Rabu, menuntut membubarkan dan menindak tegas secara hukum terhadap oknum anggota organisasi masyarakat yang melakukan pemerasan dan kekerasan.

Aksi massa gabungan santri, pelajar Nahdalatul Ulama, dan organisasi mahasiswa tersebut menyusul adanya perbuatan oknum ormas yang melakukan pemerasan dan penghinaan terhadap tokoh masyarakat.

Koordinator Lapangan, Farid mengatakan aksi solidaritas tersebut menuntut pemerintah daerah dan pihak kepolisian agar melakukan tindakan secara tegas terhadap pelaku atau oknum mengatasnamakan ormas yang melakukan pemerasan dan kekerasan.

Ia berharap pihak DPRD setempat turut mendukung agar keberadaan ormas atau LSM yang terbukti melakukan kekerasan dan pemerasan terhadap masyarakat atau instansi untuk segera dibubarkan dan tidak melegalkan.

Ia menjelaskan aksi tuntutan tersebut setelah menemukan adanya tokoh masyarakat Tasikmalaya yang menjadi korban pemerasan bahkan pelecehan yang dilakukan oleh oknum mengatasnamakan salah satu ormas besar cabang Tasikmalaya.

"Kami meminta membubarkan karena telah terjadi intimidasi, pemerasan, yang dilakukan oleh salah satu ormas. Ini tindakan premanisme," katanya.

Tasikmalaya sebagai kota santri, diharapkan Farid tindakan yang melanggar hukum dan merugikan banyak masyarakat oleh pihak yang mengatasnamakan organisasi tidak seharusnya terjadi.

Ia berharap Pemerintah Kota Tasikmalaya untuk melakukan penyeleksian kembali secara selektif terhadap keberadaan ormas atau LSM dan tidak melegalkan keberadaannya jika banyak terbukti meresahkan masyarakat.

Sedangkan pihak kepolisian diminta untuk melakukan tindakan secara tegas dan memproses hukum bagi pelaku kekerasan dan pemerasan yang mengatasnamakan sebuah organisasi masyarakat.

"Kami minta bubarkan organisasi dan lembaga swadaya yang bersikap radikal," kata Farid.

Sementara itu aksi yang berjalan tertib dan tampak emosi itu, melakukan konvoi dan berorasi kecaman terhadap ormas yang radikal dan tuntutan pembubaran kepada DPRD, Pemerintah Kota serta kepolisian.

Aksi yang berakhir menjelang Rabu sore di markas Polresta Tasikmalaya itu, dilakukan pengawalan dan penjagaan ketat oleh puluhan personel Polisi di depan gerbang utama markas Polresta Tasikmalaya.

Mereka yang menggelar aksi dengan menutup Jalan Letnan Harun depan markas Polresta Tasikmalaya menyebabkan laju kendaraan macet dari dua arah.

Usai aksi berakhir, Kapolresta Tasikmalaya, AKBP Moch Hendra menyatakan siap menindak lanjuti tuntutan para demonstran yang merasa dirugikan oleh oknum sebuah ormas di Tasikmalaya.

Namun selama ini, kata Kapolresta, belum mendapatkan laporan dari pihak korban yang dirugikan atau menjadi korban kekerasan dan tindakan pemerasan oleh oknum sebuah ormas.

"Ada yang dirugikan tapi belum ada laporan, tapi kami usahakan menindak lanjuti, sambil menunggu laporan," kata Kapolresta.***1***

Feri P


Editor : Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026