"Kami menyambut kegiatan ini merupakan wujud penghormatan terhadap budaya bangsa dan nenek moyang kita dan saat ini batik tidak hanya menjadi milik bangsa Indonesia, tetapi diakui oleh Unesco sebagai warisan budaya dunia," kata Heryawan di Mal PVJ, Selasa.
Dikatakannya, batik dalam perkembangannya, tak hanya sebatas dilestarikan keberadaannya, namun juga harus didukung dengan pendekatan industri yang semakin berdampak ekonomi.
Selain itu, Heryawan juga mendukung pertumbuhan industri di Jabar yang kian menunjukan keragaman dan warna tersendiri di ranah perbatikan nasional, khususnya munculnya beberapa pengrajin batik yang muncul di sejumlah kabupaten kota di Jabar.
"Batik juga sudah menjadi lahan baru penyerapan tenaga kerja, karena saat ini sudah lebih dari 5ribu pengrajin berkiprah di Jabar," tambahnya.
Menurutnya, batik merupakan hasil tekstil plus yang tak mudah tersaingi, kendati industri batik Cina dan negara lain merangsek ke Indonesia lantaran kualitas kain dan proses pengerjaan yang terbatas dan dilakukan secara teliti.
Sementara Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jabar Ferry Sofwan Arief mengemukakan, sudah ketiga kalinya Jabar menggelar Saresehan Batik Jabar dengan tema yang berbeda-beda.
"Untuk tahun sekarang, kami mengangkat potensi batik Cianjur yang erat kaitannya dengan sumber daya alam yang ada di Cianjur yakni beras dan ayam pelung, sehingga memunculkan motif khas Berasan dan hayam pelung," kata Ferry.
Lanjut Ferry, penggalian potensi batik Cianjur ini juga akan menambah khasanah motif batik di Jabar, khususnya dalam upaya mengangkat budaya dan kearifan lokal lewat produk yang unik dan berkualitas.
Sebelumnya, motif Cimahi dan Ciamis sudah digali lebih dulu dalam saresahan pertama dan kedua, sehingga inventarisasi motif batik ini akan terus berkembang dan memperkuat keragaman produk batik khas Jabar.***4***
Editor : Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.