Target tersebut hendak dicapai dengan meningkatkan unit sekolah (USB) dan penegerian SMP di Kabupaten Bandung Barat (KBB), kata Bupati Bandung Barat Abubakar didampingi Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah raga ((Disdikpora) Agus Maolana kepada wartawan, Jumat.
"Kita yakin target itu akan bisa terrealisasi karena 2010 ini buta aksara sudah mencapai 0,000625 persen. Nah, untuk mencapai itu perlu sarana dan prasarana yang memadai yakni pembangunan gedung sekolah baru. Sebab itu adalah komitmen kami agar bebas dari buta aksara," kata Bupati Bandung Barat Abubakar.
Lebih lanjut dijelaskannya, jika rencana penuntasan buta aksara yang dilakukannya telah mendapat respon dari Kementerian Pendidikan Nasional khususnya Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah dalam pembangunan empat USB yakni SMPN 3 Cililin, SMPN 3 Cipeundeuy, SMPN 5 Lembang, dan SMPN 4 Cipongkor.
Tak hanya itu, pihaknya juga sudah melakukan 15 penegrian SMP yang sebelumnya masih menginduk pada SMP lain sebagai induk yang kini memiliki sekolahan sendiri.
Ditambahkannya, meski di KBB telah ada gedung sekolah yang memenuhi standar nasional, namun itu tidaklah cukup dalam menjamin kualitas proses belajar mengajar.
Pasalnya, banyak hal yang menentukan mutu pendidikan yakni kemampuan guru dalam mengajar yang harus sesuai dengan metodologi mengajar dan media pengajaran serta lingkungan sekolah yang mendukung.
Abu pun berharap agar permasalahan yang masih menghambat proses pendidikan di KBB bisa segera didapatkan solusinya dengan sosialisasi dan penyuluhan untuk dilaksanakan dengan gencar sampai ke pelosok pedesaan termasuk kampanye wajib belajar dan wajib sekolah ke semua lapisan masyarakat.
"Penuntasan buta aksara telah kita lakukan demi pemerataan kesempatan belajar dan meningkatkan mutu pendidikan. Tak anya itu, siswa juga harus diberikan orientasi pendidikan kecakapan hidup (life skills) agar lembaga pendidikan mampu memberikan modal hidup bagi alumninya,"katanya.***3***
Editor : Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.