Selain terancam ditunda kenaikan pangkatnya juga tidak akan mendapatkan uang insentif, kata Direktur Utama RSUD Cibabat Kota Cimahi dr Endang Kusuma Wardhani disela-sela Razia Kedisiplinan PNS yang dilakukan oleh Satpol PP Kota Cimahi, Selasa.
Meski begitu, Endang mengaku jika selama ini kedisiplinan anak buahnya berkinerja baik.
"Jumlah PNS maupun dokter yang tidak disiplin tidaklah banyak. Hal itu lantaran setiap saat kita selalu memberi pemahaman kepada mereka untuk melaksanakan tugasnya sesuai dengan aturan," kata Endang.
Ditegaskannya, pihaknya tidak akan membiarkan para dokter datang terlambat sehingga mengakibatkan lambannya penanganan terhadap pasien. Sejauh ini dirinya mengaku tidak pernah mendapatkan dokter yang terlambat memberikan penanganan terhadap pasiennya.
"Laporkan pada saya jika ada dokter yang lalai dalam memberikan pelayanan terhadap warga masyarakat yang menjadi pasiennya. Kita pasti akan beri sanksi tegas tentu sesuai dengan aturan yang telah ada," paparnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Pengendalian Operasional (Dal Op) Satpol PP Kota Cimahi Heri Setiawan mengatakan, razia kedisiplinan PNS ini merupakan dalam rangka mewujudkan sekaligus menegakkan Gerakan Kedisiplinan Daerah (GDD) sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 30/1980 yang mengharuskan setiap PNS disiplin dalam berbagai hal.
"Sidak kedisiplinan ini merupakan upaya Pemkot Cimahi untuk meningkatkan kedisiplinan pegawainya. Tadi kita pantau dalam apel pagi dan kita banyak menemukan PNS yang datang terlambat. Selanjutnya mereka yang datang terlambat kita catat," tandasnya.
Tak hanya mencatat mereka yang datang terlambat, Satpol PP pun, meminta data absensi tingkat kehadiran PNS di RSUD Cibabat sebagai bahan laporan bagi Sekretaris Daerah (Sekda).
"Absensi itu sebagai bahan pertimbangan Sekda dalam menilai kinerja para PNS yang ada di lingkungan Pemkot Cimahi" katanya.***1***
Editor : Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.