Kepala Pos Polisi, Cipedes Iptu E Sunaryo yang melakukan pemeriksaan mengatakan berdasarkan hasil pemeriksaan kebakaran itu terjadi akibat seorang anak Alam (4) sendirian bermain korek api dalam rumah.
Beruntung akibat peristiwa yang menghanguskan 90 persen rumah dipermukiman padat penduduk itu tidak menelan korban jiwa termasuk seorang anak berhasil keluar rumah sendirian setelah api terlihat membesar dalam rumah.
"Setelah kami periksa anak kecil itu, ia mengakui main korek api kemudian api itu membesar dan menghanguskan rumah," kata Sunaryo.
Alam yang duduk dibangku sekolah Taman Kanak-anak itu kata Sunaryo biasa ditinggal sendiran oleh orang tuanya yang pergi ke pasar untuk berjualan.
Kebakaran rumah berukuran 4 kali 9 meter berada di lokasi jalan Gang, sesaat sebelum kejadian, kata Sunaryo, Alam yang merasa ketakutan saat pentul korek api menyala dilemparkan hingga mengenai kursi.
Api terus membesar hingga mengenai bagian dinding dalam rumah dan menjalar ke atap rumah, sedangkan Alam dengan rasa takut berlari keluar memberitahukan kepada warga setempat.
Mengetahui ada kebakaran warga setempat secara bersama-sama memadamkan api dengan air, beberapa saat kemudian mobil pemadam kebakaran datang dan api berhasil dipadamkan setengah jam sekitar pukul 12.00 WIB.
Akibat peristiwa itu, berdasarkan pengakuan pemilik rumah, kata Sunaryo mengalami kerugian sekitar Rp20 juta karena seluruh perabotan rumah dan alat elektronik ludes terbakar.
Sementara itu keluarga penghuni rumah tersebut, terpaksa mengungsi ke rumah orang tuanya yang tidak jauh dari lokasi kebakaran, karena rumahnya sudah hangus tidak dapat ditempati.***3***
Feri P
Editor : Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.