"Saya harap Unwim legowo dengan adanya kebijakan integritas dengan ITB ini," kata Gubernur Provinsi Jawa Barat Ahmad Heryawan, usai menghadiri acara Silahturahmi Idul Fitri, di Gedung TP PKK Jalan Seokarno Hatta Kota Bandung, Senin.
Ia menyatakan, Institut Tekhnoligi Bandung (ITB) secara resmi telah ditunjuk menjadi pengelola aset milik Pemprov Jabar berupa tanah yang saat ini dijadikan kampus Universitas Winayamukti (Unwim).
"Jadi begini, yang kita bela saat ini adalah meningkatkan SDM (Sumber daya manusia) di Jabar. Oleh karenanya, saat ini kita meminta agar segenap civitas Unwim agar legowo dan sukarela dilebur dengan ITB, sebagai mana diatur dalam PKS (Perjanjian kerjasama) yang dilakukan pemprov Jabar dengan ITB," kata Gubernur.
Ketika ditanya apakah akan memberikan sebagaian aset untuk dikelola dengan Unwim, Gubernur, mengatakan jika permintaan itu dipenuihi tentunya tidak akan menjadi masalah bagi keberadaan Unwim.
"Itu tidak akan menyelesaikan masalah. Mau jadi apa Unwim kedepan daripada kurang maju kedepannya, mending dilebur dengan ITB, dan mudah-mudahan dapat lebih maju," katanya.
Ia menjelaskan, dalam perjanjian yang telah dilakukan dengan ITB sama sekali tidak ada kerugian apapun yang akan diterima Unwim karena dalam perjanjian itu telah ditawarkan kepada Unwim untuk melebur dengan ITB secara keseluruhan.
"Sekarang ini tinggal kemauan Unwim, kalau mau saya kira selesai segala masalahnya. Dengan melebur dengan ITB saya yakin akan menjadi lebih bagus lagi," kata Heryawan.
Dikatakannya, dalam perjanjian dengan ITB sudah dijelaskan klausulnya termasuk tawaran untuk meleburkan Unwin dengan ITB dan upaya kerjasama pengelolaan ini sebagai salah satu usaha yang dilakukan Pemprov Jabar dalam melebur aset-asetnya.
Menurut undang-undang keormasan, kata Gubernur, telah dijelaskan jika yayasan tidak boleh lagi membiayai aset yang dimilikinya.
Oleh karena itu, dalam menindaklanjuti pengelolaan aset ini Pemprov telah bekerjasama dengan ITB untuk pengelolaannya karena ketika dikelola Unwim aset tersebut dianggap tidak menguntungkan.
"Selama ini kita tahu, Unwim kerap kekurangan murid kemudian kegiatan belajar mengajar tidak berjalan dengan baik. Karenanya, kita ingin menghadirikan Unwim dikelola dengan lebih profesional," ujarnya.
Ia menambahkan, penawaran pemprov Jabar kepada Unwim sebagai solusi adalah melebur dengan ITB sedangkan untuk dosen, mahasiswa dan tenaga administrasi lainnya akan turut dilebur juga.***3***
Ajat S
Editor : Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.