Ciamis, 30/9 (ANTARA) - Hasil panen padi di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, menurun akibat tanaman padi menjelang panen terendam air serta curah hujan yang tinggi dan tidak menentu.

Seorang petani di Dusun Jambansari, Kabupaten Ciamis, Kohar (60), Kamis, mengatakan penurunan itu akibat petani yang memaksakan diri panen lebih awal karena khawatir kualitas buah padi akan jelek terendam air.

Tindakan para petani itu, kata dia terpaksa dilakukan meskipun hasil panen buah padinya sedikit daripada menunggu waktu panen selama empat bulan yang khawatir akan terjadi gagal panen.

"Sebelum waktunya penen, tiga bulan sudah dipaksa dipanen, daripada kami rugi lebih besar, lebih baik panen sebelum waktunya," katanya.

Lahan pertanian padi yang digarap Kohar seluas 300 kali 14 meter persegi yang biasanya panen pada bulan ke empat mampu menghasilkan sekitar 1 ton delapan kuintal gabah.

Sedangkan di musim panen bulan September, kata dia karena lahan pertanian terendam air sehingga terpaksa panen bukan pada waktunya yang mampu menghasilkan gabah padi delapan kuintal.

"Hujan terus terjadi sehingga membanjiri lahan sawah membuat para petani harus panen sebelum waktunya, mungkin itulah sebabnya terjadi penurunan akibat buah padi banyak yang jelek dan berkurang," katanya.

Ditempat terpisah Kepala Badan Penyuluhan Pertanian, Kuswara mengakui banyaknya keluhan para petani tentang menurunnya hasil panen padi akibat curah hujan yang membanjiri lahan sawah ditambah terserangnya hama.

Selain itu, kata dia yang seharusnya menanam selain padi, para petani tetap memaksakan diri menanam padi karena tidak mengetahui kondisi cuaca yang terus terjadi hujan meskipun petani sebelumnya sudah memprediksi akan memasuki kemarau pertengahan tahun 2010.
"Kami memprediksi cuaca itu yang sekarang seharusnya kemarau, justru masih terus terjadi hujan, mungkin itulah hasil panen padi mengalami penurunan akibat sawahnya kebanjiran," katanya.

Masalah faktor cuaca yang tidak menentu itu, kata dia pihak penyuluh merasa kesulitan untuk mengatasi permasalahan pertanian yang berdampak meruginya petani dari hasil panen.

"Mau bagaimana lagi, ini karena faktor cuaca, tapi kami tetap berusaha dalam mengatasi masalah ini dengan berbagai pelatihan pertanian," katanya.***2***

Feri P


Editor : Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026