"Program yang kami usung selama ini, langsung kami terapkan, jika sudah terpilih nantinya. Kami menilai semua pembangunan di Cianjur, harus berbasis di pedesaan," kata Ade Barkah, Senin.
Sebab kata dia, semua aspirasi berasal dari desa untuk ditindaklanjuti Pemerintah Kabupaten Cianjur, bukan sebaliknya.
Pasangan Abadi, merupakan satu-satunya pasangan calon dari kalangan politisi, memiliki program Rp1 miliar satu desa, untuk percepatan dan pemerataan pembangunan.
Selama ini, terjadi diskriminasi pembangunan, dimana pemerintah hanya memperhatikan pembangunan di satu wilayah seperti utara dan selatan.
Sehingga, kata dia, pembangunan yang di pusatkan di pedesaan, akan mendekatkan pelayanan terhadap masyarakat, demi terciptanya pemerataan pembangunan.
"Program kami ini, bisa membukaan lowongan pekerjaan karena memberdayakan SDM setempat. Selain mencegah peyelewengan dan kebocoran anggaran, sebab masyarakat yang menilai dan mengawasi pembangunan," tandas Ade.
Hal senada diuangkapkan Kusnadi, selama dirinya menjadi bagian dari birokrat dan terlibat langsung dalam pembangunan, program Rp1 miliar 1 desa merupakan sebuah ide pemikiran yang cemerlang.
"Program ini sangat mungkin diterapkan demi meratanya pembangunan di Cianjur. Kami mempunyai keinginan untuk pemerataan dan percepatan pembangunan di seluruh wilayah Cianjur," ucapnya.
Dia menambahkan, anggaran yang dimiliki Pemkab Cianjur, selama ini sangat memungkinkan untuk menjalan program tersebut.
Dimana APBD Cianjur, Rp1,3 triliun pertahunnya, jika dipotong Rp1 milliar persatu desa dari 348 desa yang ada, anggaran tersebut masih banyak tersisa.
"Sisa dari anggaran tersebut, masih cukup untuk pembayaran gaji pegawai maupun anggaran rutin dan anggaran pembangunan yang disentralkan dari Kabupaten Cianjur," tandasnya.***1***
Fikri
Editor : Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.