"Perjalanan angkutan kontainer dari kawasan industri di Jawa Barat tak terganggu kejadian amblasan di Jalan Martadinata Jakarta karena angkutan dari Jabar melalui jalur Tol Tanjung Priok," kata Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jawa Barat, H Deddy Wijaya di Bandung, Selasa.
Menurut Deddy, jalur angkutan kontainer dari kantong-kantong industri di Jawa Barat tidak melintasi Jalan Martadinata yang mengalami amblasan. Melainkan melalui jalur Cikarang, masuk Tol Tanjung Priok dan langsung ke dermaga.
"Sejauh ini tidak ada kendala angkutan dari wilayah Jabar ke Tanjung Priok, angkutan lain yang biasa lewat Martadinata mungkin juga lewat jalur tol untuk terhindar dari hambatan itu," katanya.
Meski demikian, amblasan di Jalan Martadinata Jakarta, yang selama ini digunakan untuk lalu lintas angkutan kontainer dari kawasan Industri di Jakarta memberikan dampak negatif secara psikologis bagi para pengusaha di Jabar.
"Memang bukan jalur angkutan kontainer asal Jabar, namun scara psikologis membuat pengusaha waswas dan khawatir dengan kejadian itu. Informasi kerusakan jalan itu juga membuat sejumlah 'buyer' menananyakanya, namun tidak masalah bagi industri di Jabar," kata Deddy Wijaya.
Karena tidak terganggung, maka dipastikan pegiriman barang untuk ekspor tidak ada yang mengalami keterlambatan dalam pengapalan yang berakibat terkena sanksi.
Meski demikian, Deddy mengakui, jalur angkutan kontainer ke Tanjung Priok yang mengakses ke wilayah Jabar sudah sangat padat yang berakibat meningkatnya biaya angkutan transportasi hampir 30 persen.
"Bila tahun awal tahun 2000-an angkutan kontainer bisa tiga rit, saat ini hanya bisa satu rit. Lebih-lebih bagi angkutan dari Bandung dipastikan lebih lama lagi untuk masuk Tanjung Priok karena terjebak kemacetan di sejumlah ruas jalan," katanya.
Sedangkan untuk memaksimalkan angkutan kontainer menggunakan KA, menurut Deddy belum sepenuhnya bisa dilakukan melalui angkutan itu, karena dari sisi waktu pengangkutan dengan truk masih lebih efektif karena langsung ke gudang.
"Kami mengusulkan adanya jalan tol dari Cikarang langsung ke Tanjung Priok, bila ada tol jelas akses angkutan kontainer lebih efektif," kata Deddy Wijaya.
Kebutuhan jalan tol Cikarang - Tanjung Priok itu menurut dia sangat beralasan, pasalnya hampir 50 persen industri yang berorientasi ekspor berada di Jawa Barat. Produksinya antara lain tekstil dan produk tekstil, barang elektronik, otomotif serta beberapa komoditas ekspor lainnya.
"Semua produk ekspor melalui Pelabuhan Tanjugn Priok. Diluar produksi perkebunan dan migas, komoditas ekspor dari kawasan industri di Jabar mencapai 50 persen," kata Ketua Umum Apindo Jabar menambahkan.***2***
Syarif A
Editor : Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.